Rusia dan China Semakin Lengket, NATO Cari Teman Baru di Indo-Pasifik

Sabtu, 04 Februari 2023 - 08:43 WIB
loading...
Rusia dan China Semakin...
NATO anggap kedekatan Rusia dan China sebagai ancaman. Aliansi itu kini fokus mencari teman baru di Indo-Pasifik. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan meningkatnya kerja sama Rusia dengan China dan ketegasan mereka menimbulkan ancaman tidak hanya bagi Asia tetapi juga bagi Eropa.

Itu disampaikan ketika NATO mencari kerja sama yang lebih kuat dan lebih banyak "teman" di kawasan Indo-Pasifik.

Stoltenberg mengatakan China semakin berinvestasi dalam senjata nuklir dan rudal jarak jauh tanpa memberikan transparansi atau terlibat dalam dialog yang berarti tentang pengendalian senjata nuklir.

Itu, lanjut dia, dilakukan Beijing sambil meningkatkan paksaan terhadap tetangganya dan ancaman terhadap Taiwan.

Baca juga: Senator AS Ancam Turki: Stop Blokir Swedia-Finlandia Gabung NATO atau Tak Peroleh F-16!

“Fakta bahwa Rusia dan China semakin dekat dan investasi signifikan oleh China dan kemampuan militer canggih baru hanya menggarisbawahi bahwa China menimbulkan ancaman, menimbulkan tantangan juga bagi sekutu NATO,” kata Stoltenberg kepada audiensi di Universitas Keio di Tokyo.

"Keamanan tidak bersifat regional tetapi global," ujarnya, seperti dikutip CBS News, Jumat (3/2/2023).

"NATO perlu memastikan kami memiliki teman," katanya. “Penting untuk bekerja lebih erat dengan mitra kami di Indo-Pasifik.”

Menyebutnya sebagai momen kritis untuk NATO dan untuk Jepang, Stoltenberg mengatakan China dan Rusia memimpin penolakan otoriter terhadap tatanan berbasis aturan internasional.

Stoltenberg mengatakan kemenangan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perangnya di Ukraina akan mengirim pesan bahwa rezim otoriter dapat mencapai tujuan mereka melalui kekerasan. "Ini berbahaya," katanya.

"China mengamati dengan cermat dan mempelajari pelajaran yang dapat memengaruhi keputusannya di masa depan," kata Stoltenberg pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

"China secara substansial membangun kekuatan militernya termasuk senjata nuklir, menindas tetangganya dan mengancam Taiwan, mencoba mengendalikan infrastruktur kritis dan menyebarkan informasi yang salah tentang NATO dan perang di Ukraina," kata Stoltenberg.

"China bukan musuh kami, tapi kami harus memahami skala tantangannya dan bekerja sama untuk mengatasinya," ujarnya.

Dia mengatakan aliansi tersebut akan terus terlibat dengan China di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, seperti perubahan iklim.

Pensiunan Jenderal HR McMaster, yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk mantan Presiden Donald Trump, mengatakan baru-baru ini bahwa militer AS harus siap untuk kemungkinan perang dengan China.

Dia mendukung memo yang datang dari Jenderal Angkatan Udara Mike Minihan, kepala Komando Mobilitas Udara AS, memperingatkan AS dan China bisa berperang dalam dua tahun ke depan.

"Pernyataan Minihan kemungkinan besar didasarkan pada firasat bahwa kita berada dalam periode bahaya yang meningkat, dan saya pikir dia benar tentang itu," kata McMaster.

McMaster menunjuk secara khusus pemilu Taiwan yang dijadwalkan pada tahun 2024, dengan mengatakan, "Jika kepemimpinan China tidak melihat hasil yang mereka inginkan di Taiwan, saya pikir peluangnya akan meningkat."

"Yang paling penting, pemimpin China Xi Jinping mengatakan dia akan melakukannya. Anda tahu, banyak pidatonya, dia tampaknya mempersiapkan rakyat China untuk perang, dan tentu saja, tugas militer kita untuk siap," paparnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved