AS-Korsel Latihan Tempur dengan Jet Siluman F-35 dan F-22, Korut Marah
Kamis, 02 Februari 2023 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Selasa Austin dan rekannya dari Korea Selatan berjanji untuk memperluas latihan militer dan mengerahkan lebih banyak "aset strategis", seperti kapal induk dan pesawat pengebom jarak jauh, untuk melawan pengembangan senjata Korea Utara dan mencegah perang.
"Ini adalah ekspresi yang jelas dari skenario berbahaya AS yang akan mengubah semenanjung Korea menjadi medan perang besar dan zona perang yang lebih kritis," lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut.
Kout, imbuh pernyataan itu, akan menanggapi setiap gerakan militer Amerika Serikat, dan memiliki strategi pencegahan yang kuat, termasuk kekuatan nuklir yang paling kuat jika perlu.
Lebih dari 28.500 tentara Amerika berbasis di Korea Selatan sebagai warisan Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Tahun lalu, Korut melakukan sejumlah uji coba rudal balistik, yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB. Negara itu juga terpantau telah membuka kembali situs uji coba senjata nuklirnya yang ditutup, meningkatkan ekspektasi uji coba nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.
Di New York, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Rabu dan menyerukan agar perhatian PBB terus berlanjut terhadap provokasi dan upaya Korut baru-baru ini untuk menerapkan sanksi terhadap rezim tertutup tersebut.
"Ini adalah ekspresi yang jelas dari skenario berbahaya AS yang akan mengubah semenanjung Korea menjadi medan perang besar dan zona perang yang lebih kritis," lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut.
Kout, imbuh pernyataan itu, akan menanggapi setiap gerakan militer Amerika Serikat, dan memiliki strategi pencegahan yang kuat, termasuk kekuatan nuklir yang paling kuat jika perlu.
Lebih dari 28.500 tentara Amerika berbasis di Korea Selatan sebagai warisan Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Tahun lalu, Korut melakukan sejumlah uji coba rudal balistik, yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB. Negara itu juga terpantau telah membuka kembali situs uji coba senjata nuklirnya yang ditutup, meningkatkan ekspektasi uji coba nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.
Di New York, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Rabu dan menyerukan agar perhatian PBB terus berlanjut terhadap provokasi dan upaya Korut baru-baru ini untuk menerapkan sanksi terhadap rezim tertutup tersebut.
Lihat Juga :