Belanda Izinkan Pengiriman 20.000 Ton Pupuk Rusia ke Malawi
Sabtu, 12 November 2022 - 06:00 WIB
Kapal berbendera Rusia Matros Koshka berlayar di Bosphorus, dalam perjalanannya ke Laut Mediterania, di Istanbul, Turki, 27 Mei 2022. Foto/REUTERS/Yoruk Isik
AMSTERDAM - Pemerintah Belanda pada Jumat (11/11/2022) mengatakan akan melepaskan pengiriman 20.000 ton pupuk Rusia yang tertahan di pelabuhan Rotterdam karena sanksi.
Langkah Belanda itu setelah ada permintaan dari PBB. “Pengiriman itu akan dikirim ke Malawi melalui Program Pangan Dunia (WFP),” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Belanda.
“Meskipun biji-bijian dan pupuk tidak termasuk dalam sanksi Uni Eropa, pupuk tersebut dibekukan karena individu yang terkena sanksi terlibat dengan perusahaan Rusia yang memilikinya," papar pernyataan Kemlu Belanda.
Baca juga: Gedung Putih Dilaporkan Terpecah Soal Menekan Ukraina untuk Berdamai
Langkah Belanda itu setelah ada permintaan dari PBB. “Pengiriman itu akan dikirim ke Malawi melalui Program Pangan Dunia (WFP),” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Belanda.
“Meskipun biji-bijian dan pupuk tidak termasuk dalam sanksi Uni Eropa, pupuk tersebut dibekukan karena individu yang terkena sanksi terlibat dengan perusahaan Rusia yang memilikinya," papar pernyataan Kemlu Belanda.
Baca juga: Gedung Putih Dilaporkan Terpecah Soal Menekan Ukraina untuk Berdamai
Lihat Juga :