Lama di Israel, Yahudi Terakhir dari Desa Saudi Memohon pada Raja Salman untuk Mudik

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 05:26 WIB
"Bertentangan dengan aturan di negara tetangga; Yaman, orang-orang Yahudi di Najran diizinkan untuk membawa belati tradisional, jambiya, di ikat pinggang mereka. Sampai hari ini, saya ingat tentara raja memanjakan saya dengan permen dan menepuk-nepuk rambut keriting saya."

Dia mencatat bahwa pada tahun 1934 Najran menjadi bagian dari Arab Saudi (sebelumnya bagian dari Yaman) dan bahwa orang-orang Yahudi—sekarang di bawah perlindungan raja—merasa aman.

Pada tahun 1948, ketika Negara Israel didirikan, keluarga Shunker, dan seluruh komunitas Yahudi, harus pergi.

“Pada tahun 1948, orang-orang Yahudi dipanggil oleh perwakilan raja untuk berkumpul di alun-alun. Konvoi unta menunggu di sana untuk 260 orang, kebanyakan anak-anak seperti saya. Saya lahir pada tahun 1944. Barang-barang keluarga kami dimuat ke unta dan sebelum matahari terbenam kami mulai berjalan menuju perbatasan Yaman," kenangnya.

"Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah melihat perubahan besar di Arab Saudi. Perubahan ini telah memicu harapan besar untuk masa depan kerajaan. Dalam semangat harapan untuk masa depan itu, saya mohon Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz dan Yang Mulia Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengizinkan saya mengunjungi Najran selagi saya masih cukup kuat untuk bepergian."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!