Hamas Tolak Keras Normalisasi Hubungan Turki dan Israel
Rabu, 24 Agustus 2022 - 21:30 WIB
Presiden Lebanon Michel Aoun (kanan) bertemu Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh (kiri) di Istana Baabda, Beirut, Lebanon, 24 June 2022. Foto/Presidency of Lebanon/Anadolu Agency
JALUR GAZA - Hamas menegaskan kembali penolakan keras terhadap normalisasi Turki dan Israel. Pernyataan itu diungkapkan Hamas untuk menanggapi membaiknya hubungan Ankara dan rezim Zionis.
"Hamas membantah laporan media yang menuduh bahwa gerakan ini telah 'memuji' normalisasi Turki dengan pendudukan Israel," tegas pernyataan Hamas itu.
Hamas menambahkan, "Dalam hal ini, kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap semua bentuk normalisasi karena bertentangan dengan konstanta nasional Palestina dan kepentingan rakyat Palestina, serta kepentingan negara-negara Arab dan Muslim.”
Baca juga: Profil Yusef Salutta, Orang Islam di Israel yang Menjadi Tentara Israel
Sikap ini datang menyusul pernyataan yang dibuat Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu yang mengatakan dalam wawancara dengan Haber Global TV bahwa baik Fatah dan Hamas "ingin hubungan kita dengan Israel dinormalisasi."
Dia juga mengatakan normalisasi hubungan antara Turki dan Israel tidak akan berarti Ankara akan "membuat konsesi atas perjuangan Palestina."
"Hamas membantah laporan media yang menuduh bahwa gerakan ini telah 'memuji' normalisasi Turki dengan pendudukan Israel," tegas pernyataan Hamas itu.
Hamas menambahkan, "Dalam hal ini, kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap semua bentuk normalisasi karena bertentangan dengan konstanta nasional Palestina dan kepentingan rakyat Palestina, serta kepentingan negara-negara Arab dan Muslim.”
Baca juga: Profil Yusef Salutta, Orang Islam di Israel yang Menjadi Tentara Israel
Sikap ini datang menyusul pernyataan yang dibuat Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu yang mengatakan dalam wawancara dengan Haber Global TV bahwa baik Fatah dan Hamas "ingin hubungan kita dengan Israel dinormalisasi."
Dia juga mengatakan normalisasi hubungan antara Turki dan Israel tidak akan berarti Ankara akan "membuat konsesi atas perjuangan Palestina."
Lihat Juga :