Khotbah Idul Adha di Lebanon Jadi Momen Mengecam Pejabat

Minggu, 10 Juli 2022 - 18:15 WIB
“Di mana penuntutan pembunuh Perdana Menteri Rafik Hariri yang syahid setelah putusan pengadilan internasional? Di mana penyelidikan ledakan Pelabuhan Beirut? Kemana hilangnya hak finansial rakyat di bank? Di mana air, listrik, obat-obatan, makanan, dan bahan bakarnya? Dimana rasa aman dan tentram? Ketika kapten kapal bermasalah, semua penumpang akan merasa tidak aman,” ungkapnya.

Baca: Hizbullah Kalah Pemilu Parlemen Lebanon, Kubu Lawan Menguat

Lebanon memasuki fase liburan pada Sabtu yang berakhir Selasa depan. Kegiatan politik untuk membentuk pemerintahan baru dihentikan, dan pekerjaan pada hal-hal kontroversial dihentikan.

Perdana Menteri yang ditunjuk Najib Mikati belum mengunjungi Presiden Michel Aoun selama beberapa minggu terakhir untuk melanjutkan konsultasi mengenai rancangan susunan Kabinet dan Aoun belum menanggapi rancangan Kabinet yang diusulkan Mikati.

Ketegangan telah muncul antara dua orang atas proses pembentukan pemerintah. Aoun mengucapkan selamat kepada orang Lebanon pada Idul Adha di akun Twitter resminya, mengungkapkan harapannya bahwa “beberapa orang akan mengorbankan kepentingan dan keegoisan mereka untuk kepentingan negara.”
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!