Hacker Bobol Data AS, Ada 89 File Indonesia Kebanyakan soal ISIS

Selasa, 23 Juni 2020 - 18:09 WIB
DDoSecrets mengklaim file yang bocor itu mengandung lebih dari sepuluh tahun file milik lebih dari 200 departemen kepolisian dan pusat fusi penegakan hukum dari seluruh AS.

Menurut DDoSecrets, sebagian besar file adalah laporan polisi dan FBI, buletin keamanan, panduan penegakan hukum, dan banyak lagi. Beberapa file juga diduga berisi informasi sensitif dan pribadi, seperti nama, nomor rekening bank, dan nomor telepon.

DDoSecrets mengklaim menerima data BlueLeaks milik "Anonymous", kelompok peretas terkenal. (Baca: Dicuri Hacker, Rahasia Rudal Nuklir AS Jatuh ke Tangan Rusia )

Sebagian besar file yang terdaftar di portal BlueLeaks diberi label "Netsential.com Inc," sebuah perusahaan web hosting yang berbasis di Houston, Texas.

KrebsOnSecurity, seperti dikutip zdnet, Selasa (23/6/2020), melaporkan sebelumnya bahwa National Fusion Center Association (NFCA), asosiasi pusat yang mewakili semua pusat fusi di seluruh AS, mengonfirmasi keaslian kebocoran dalam peringatan keamanan internal yang dikirimkannya kepada para anggotanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!