Kisah Raja Arab Saudi yang Membantu Perawatan Pria Obesitas
Jum'at, 08 April 2022 - 13:12 WIB
Raja Abdullah dari Arab Saudi membantu perawatan seorang pria penderita obesitas. Foto/Kolase/Sindonews
RIYADH - Arab Saudi merupakan negara yang memiliki sistem pemerintahan monarki absolut yang menjadikan raja memiliki kekuasaan tertinggi di negara tersebut.
Dalam sejarahnya, Arab Saudi telah dipimpin berbagai raja seperti Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud hingga saat ini yang dipimpin Raja Salman.
Dalam sejarah raja-raja Arab Saudi, ada sebuah kisah menarik saat Raja Abdullah menjadi Raja Arab Saudi. Yaitu ketika dia membantu perawatan seorang pria yang terkena obesitas . Dilansir dari Daily Mail, seorang pria Arab Saudi bernama Khalid Mohsin Shaeri memiliki masalah obesitas dan berat badannya mencapai 1.345 pound.
Raja Abdullah yang kala itu masih berstatus sebagai raja Arab Saudi meminta Shaeri untuk dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan. Bahkan, Raja Abdullah sampai membayar sebuah pesawat khusus untuk mengangkut Shaeri ke rumah sakit.
Keadaan obesitas yang dialami Shaeri membuatnya tidak bisa meninggalkan kamarnya selama dua setengah tahun belakangan. Hal ini memaksa petugas yang akan membawanya harus membongkar sebagian rumahnya untuk bisa membawanya keluar dari rumah.
Dalam sejarahnya, Arab Saudi telah dipimpin berbagai raja seperti Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud hingga saat ini yang dipimpin Raja Salman.
Dalam sejarah raja-raja Arab Saudi, ada sebuah kisah menarik saat Raja Abdullah menjadi Raja Arab Saudi. Yaitu ketika dia membantu perawatan seorang pria yang terkena obesitas . Dilansir dari Daily Mail, seorang pria Arab Saudi bernama Khalid Mohsin Shaeri memiliki masalah obesitas dan berat badannya mencapai 1.345 pound.
Raja Abdullah yang kala itu masih berstatus sebagai raja Arab Saudi meminta Shaeri untuk dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan. Bahkan, Raja Abdullah sampai membayar sebuah pesawat khusus untuk mengangkut Shaeri ke rumah sakit.
Keadaan obesitas yang dialami Shaeri membuatnya tidak bisa meninggalkan kamarnya selama dua setengah tahun belakangan. Hal ini memaksa petugas yang akan membawanya harus membongkar sebagian rumahnya untuk bisa membawanya keluar dari rumah.
Lihat Juga :