Demi Segera Akhiri Perang, Vatikan Siap Fasilitasi Dialog Rusia-Ukraina
Selasa, 01 Maret 2022 - 04:30 WIB
Demi Segera Akhiri Perang, Vatikan Siap Fasilitasi Dialog Rusia-Ukraina. FOTO/Reuters
VATICAN CITY - Vatikan mengatakan pada Senin (28/2/2022) bahwa pihaknya siap untuk "memfasilitasi dialog" antara Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang. Vatikan juga menyerukan penghentian segera "serangan militer".
Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, yang menempati urutan kedua setelah Paus Fransiskus dalam hirarki Vatikan, mengatakan kepada surat kabar Italia, bahwa terlepas dari perang yang dilancarkan oleh Rusia melawan Ukraina, dia yakin selalu ada ruang untuk negosiasi.
Baca: Presiden Ukraina Desak Tentara Rusia Letakkan Senjata
Menurut Parolin, dialog adalah satu-satunya cara yang "masuk akal dan konstruktif" untuk menyelesaikan perbedaan.
"Takhta Suci, yang pada tahun-tahun ini telah mengikuti peristiwa di Ukraina terus-menerus, diam-diam dan dengan perhatian besar, menawarkan untuk memfasilitasi dialog dengan Rusia, selalu siap untuk membantu kedua belah pihak melanjutkan jalan seperti itu," katanya, menurut transkrip di situs resmi Berita Vatikan.
"Yang terpenting, serangan militer harus segera dihentikan. Kita semua adalah saksi dari konsekuensi tragisnya," lanjut Parolin, seperti dikutip dari Reuters.
Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, yang menempati urutan kedua setelah Paus Fransiskus dalam hirarki Vatikan, mengatakan kepada surat kabar Italia, bahwa terlepas dari perang yang dilancarkan oleh Rusia melawan Ukraina, dia yakin selalu ada ruang untuk negosiasi.
Baca: Presiden Ukraina Desak Tentara Rusia Letakkan Senjata
Menurut Parolin, dialog adalah satu-satunya cara yang "masuk akal dan konstruktif" untuk menyelesaikan perbedaan.
"Takhta Suci, yang pada tahun-tahun ini telah mengikuti peristiwa di Ukraina terus-menerus, diam-diam dan dengan perhatian besar, menawarkan untuk memfasilitasi dialog dengan Rusia, selalu siap untuk membantu kedua belah pihak melanjutkan jalan seperti itu," katanya, menurut transkrip di situs resmi Berita Vatikan.
"Yang terpenting, serangan militer harus segera dihentikan. Kita semua adalah saksi dari konsekuensi tragisnya," lanjut Parolin, seperti dikutip dari Reuters.
Lihat Juga :