Biden: AS Inginkan Diplomasi Tapi Siap Hadapi Apapun Jika Ketegangan Memburuk
Selasa, 01 Februari 2022 - 20:25 WIB
Presiden AS Joe Biden. Foto/Politico
WASHINGTON - Presiden Joe Biden menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat (AS) untuk mengedepankan diplomasi ketika ketegangan antara Rusia , Ukraina dan NATO memburuk.
"Kami mendesak diplomasi sebagai jalan terbaik ke depan, tetapi dengan Rusia melanjutkan penumpukan pasukannya di sekitar Ukraina, kami siap apa pun yang terjadi," kata Biden seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (1/2/2022).
Pekan lalu Biden telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski dan melanjutkan apa yang ia sebut sebagai diplomasi tanpa henti.
"Saya melakukan pembicaraan yang produktif minggu lalu dengan Presiden Zelensky, dan kami terus terlibat dalam diplomasi tanpa henti," ujarnya.
Baca juga: Biden Ancam Putin dengan Sanksi Pribadi Jika Rusia Invasi Ukraina
Namun, menurut CNN, pembicaraan yang diklaim "produktif" tidak diterima dengan baik oleh mitra Biden dari Ukraina. Seorang pejabat senior Ukraina mengklaim bahwa ada pemutusan perbedaan antara risiko kedua belah pihak jika terjadi invasi Rusia.
"Kami mendesak diplomasi sebagai jalan terbaik ke depan, tetapi dengan Rusia melanjutkan penumpukan pasukannya di sekitar Ukraina, kami siap apa pun yang terjadi," kata Biden seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (1/2/2022).
Pekan lalu Biden telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski dan melanjutkan apa yang ia sebut sebagai diplomasi tanpa henti.
"Saya melakukan pembicaraan yang produktif minggu lalu dengan Presiden Zelensky, dan kami terus terlibat dalam diplomasi tanpa henti," ujarnya.
Baca juga: Biden Ancam Putin dengan Sanksi Pribadi Jika Rusia Invasi Ukraina
Namun, menurut CNN, pembicaraan yang diklaim "produktif" tidak diterima dengan baik oleh mitra Biden dari Ukraina. Seorang pejabat senior Ukraina mengklaim bahwa ada pemutusan perbedaan antara risiko kedua belah pihak jika terjadi invasi Rusia.
Lihat Juga :