China Tuntut AS Akhiri Operasi Militer Dekat Perbatasannya

Jum'at, 31 Desember 2021 - 03:14 WIB
"China menjelaskan dengan sangat jelas kepada AS bahwa keselamatan kapal dan pesawat terbang terkait dengan keamanan nasional," kata Tan.

“Akar penyebab masalah keselamatan penerbangan dan maritim China-AS adalah kapal perang dan pesawat tempur Amerika yang telah melakukan pengintaian jangka panjang, intensitas tinggi, jarak dekat, pengukuran, latihan yang sangat ditargetkan, serta seringnya pelanggaran dan tindakan provokatif di wilayah laut dan wilayah udara dekat China," sambungnya.

“AS menghentikan operasi angkatan laut dan angkatan udara yang bermusuhan ini adalah solusi mendasar untuk masalah keselamatan penerbangan dan maritim China-AS,” cetusnya seperti dilansir dari Newsweek, Jumat (31/12/2021).

Tan juga menyatakan penentangan Beijing terhadap penandatanganan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) oleh Presiden Joe Biden awal pekan ini. NDAA untuk tahun 2022 mencakup paket pertahanan senilai USD768 miliar, yang sebagian akan melengkapi pasukan Amerika di Pasifik dengan lebih baik.

Baca juga: Musuhan dengan Rusia dan China, Belanja Pertahanan AS Capai Rp10.961 Triliun

Undang-undang tersebut juga mengharuskan Pentagon untuk menghasilkan serangkaian laporan dan analisis tentang strategi militer serta diplomatik China di seluruh dunia. China disebutkan lebih dari 130 kali.

Tan menggambarkan NDAA penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!