Rusia dan China Sepakat Saling Tukar Info Peluncuran Rudal Balistik
Rabu, 24 November 2021 - 20:41 WIB
Menhan Rusia, Sergey Shoigu dan Menhan China, Wei Fenghe. FOTO/TASS
MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia , Sergey Shoigu dan timpalannya dari China Wei Fenghe menyetujui peta jalan (road map) kerja sama militer 2021-2025. Persetujuan ini dicapai pada pertemuan kerja mereka yang diadakan melalui konferensi video pada Selasa (23/11/2021).
Pembicaraan itu juga dihadiri oleh Panglima Angkatan Laut Rusia, Laksamana Nikolai Yevmenov dan Kepala Angkatan Udara Rusia, Sergei Surovikin. Sementara dari pihak China hadir Komandan Angkatan Laut China Laksamana Dong Jun dan Kepala Angkatan Udara Kolonel Jenderal Chang Dingqiu.
Baca: China Uji Coba Rudal Hipersonik, Putin: AS Telah Diperingatkan
“Perjanjian antar-pemerintah Rusia-China termasuk untuk saling memberi tahu satu sama lain tentang peluncuran rudal balistik dan pembawa roket ruang angkasa akan diperpanjang,” kata Shoigu, seperti dilaporkan kantor berita TASS.
"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami telah menyelesaikan prosedur intra-negara yang diperlukan untuk protokol perpanjangan perjanjian antar-pemerintah Rusia-Cina pada 13 Oktober 2009 tentang saling memberi tahu satu sama lain tentang peluncuran rudal balistik dan peluncuran rudal balistik, dan pembawa roket ruang angkasa mulai berlaku," lanjut Shoigu.
Menurutnya, pertukaran informasi lebih lanjut akan berkontribusi untuk melanjutkan kerja sama bilateral di kawasan Asia-Pasifik dan memperkuat rasa saling percaya di bidang militer. “Perpanjangan kesepakatan adalah bukti tingkat kepercayaan yang tinggi antara Rusia dan China,” Shoigu menekankan.
Pembicaraan itu juga dihadiri oleh Panglima Angkatan Laut Rusia, Laksamana Nikolai Yevmenov dan Kepala Angkatan Udara Rusia, Sergei Surovikin. Sementara dari pihak China hadir Komandan Angkatan Laut China Laksamana Dong Jun dan Kepala Angkatan Udara Kolonel Jenderal Chang Dingqiu.
Baca: China Uji Coba Rudal Hipersonik, Putin: AS Telah Diperingatkan
“Perjanjian antar-pemerintah Rusia-China termasuk untuk saling memberi tahu satu sama lain tentang peluncuran rudal balistik dan pembawa roket ruang angkasa akan diperpanjang,” kata Shoigu, seperti dilaporkan kantor berita TASS.
"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami telah menyelesaikan prosedur intra-negara yang diperlukan untuk protokol perpanjangan perjanjian antar-pemerintah Rusia-Cina pada 13 Oktober 2009 tentang saling memberi tahu satu sama lain tentang peluncuran rudal balistik dan peluncuran rudal balistik, dan pembawa roket ruang angkasa mulai berlaku," lanjut Shoigu.
Menurutnya, pertukaran informasi lebih lanjut akan berkontribusi untuk melanjutkan kerja sama bilateral di kawasan Asia-Pasifik dan memperkuat rasa saling percaya di bidang militer. “Perpanjangan kesepakatan adalah bukti tingkat kepercayaan yang tinggi antara Rusia dan China,” Shoigu menekankan.
Lihat Juga :