Memanas, 50 Migran Menyerbu Masuk Polandia dari Belarusia yang Dijaga Ketat

Senin, 15 November 2021 - 15:55 WIB
Memanas, 50 Migran Menyerbu...
Polisi dan tentara berjaga di wilayah Polandia pada 12 November 2021. Foto/REUTERS
STARZYN - Sekitar 50 migran menyerbu masuk ke sisi perbatasan Polandia dengan Belarusia, dengan 22 orang di antaranya ditahan. Kabar itu diungkapkan kepolisian provinsi Podlaska pada Minggu (14/11/2021).

"Kemarin, sebelum jam 5 sore, sekitar 50 orang masuk ke Polandia dekat Starzyn. Dua puluh satu petugas polisi, serta tentara dan petugas Penjaga Perbatasan, bergabung dalam pencarian migran yang melintasi perbatasan secara ilegal. Petugas polisi menahan 22 warga Irak," tweet polisi Polandia.

Polandia telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di perbatasan karena kelompok besar migran telah berkumpul di perbatasan Belarusia-Polandia dengan harapan menyeberang ke wilayah Uni Eropa (UE) itu.

Baca juga: Belarusia Inginkan Sistem Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia, Barat Makin Waswas

Pada Sabtu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell membahas situasi di perbatasan Belarusia-Polandia dengan menteri luar negeri Polandia dan Lithuania.

Baca juga: Setelah Tanggalkan Gelar Kekaisaran, Mantan Putri Jepang Mako Kini Tinggal di New York

Dia mengatakan masalah tersebut juga akan diangkat di Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa (FAC) pekan depan.

Baca juga: Pertama Kali di Dunia, Warga Satu Negara yang Belum Divaksin Terkena Lockdown

Wakil Menteri Luar Negeri Belarusia Sergei Aleinik mengatakan pada Sabtu bahwa Minsk tidak melihat Uni Eropa melakukan upaya serius mengadakan dialog dengan Belarusia untuk menyelesaikan krisis migran yang sedang berlangsung.

Polandia, Lithuania dan Latvia telah menuduh Belarusia mengatur krisis migran untuk bisa kembali ke Brussel terkait sanksi terhadap pemerintah Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Pemimpin Belarusia telah menolak tuduhan itu, dengan mengatakan bahwa negaranya yang kekurangan uang tidak lagi mampu melakukan kontrol perbatasan yang ketat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!