Disebut Binatang Buas, Drone Rusia Ini Diyakini Bisa Timbulkan Masalah Besar Bagi NATO
Minggu, 24 Oktober 2021 - 10:19 WIB
Drone S-70 Okhotnik (Hunter) Rusia. Foto/Sputnik
WASHINGTON - Keberadaan drone S-70 Okhotnik (Hunter) Rusia mencuri perhatian sebuah media Amerika Serikat (AS). Kendaraan udara tak berawak ini dirancang untuk melakukan berbagai misi, termasuk sebagai wingman bagi jet tempur siluman generasi kelima Sukhoi Su-57 Rusia.
"Drone Okhotnik adalah 'binatang buas' dari sebuah proyek yang bisa menjadi masalah besar bagi NATO setelah produksinya dimulai," tulis outlet berita pertahanan independen yang berbasis di AS 19fortyfive seperti dinukil Sputnik, Minggu (24/10/2021).
Drone S-70 Okhotnik adalah drone sayap terbang Rusia yang dikembangkan oleh Sukhoi dan MiG Corporation. Drone ini diperkirakan memiliki beberapa sistem yang sama dengan Sukhoi Su-57.
Jika spesifikasi yang dinyatakan benar adanya, 19fortyfive menduga drone ini tengah dibentuk menjadi salah satu drone paling canggih di dunia. 19fortyfive pun mencantumkan fitur-fitur canggihnya, termasuk bentuk sayap terbang dan siluet rendah, dilengkapi dengan kemampuan AI yang diharapkan memungkinkannya terbang tanpa terhubung penuh dengan operator manusia.
Drone berbobot 20 ton ini diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 3.700 mil atau hampir 6.000 km, dan kecepatan jelajah hingga 965 km per jam. Drone ini diharapkan dapat membawa hingga 2.000 kg amunisi, mulai dari rudal jelajah dan bom presisi hingga rudal anti-udara.
Pesawat ini memiliki lebar sayap 19 meter, dan panjang 14 meter dari hidung ke ekor. Konstruksi material kompositnya dirancang untuk mengurangi tanda radar.
Baca juga: NATO Ungkap Strategi Besar Kalahkan Rusia dalam Perang Nuklir Habis-habisan
"Drone Okhotnik adalah 'binatang buas' dari sebuah proyek yang bisa menjadi masalah besar bagi NATO setelah produksinya dimulai," tulis outlet berita pertahanan independen yang berbasis di AS 19fortyfive seperti dinukil Sputnik, Minggu (24/10/2021).
Drone S-70 Okhotnik adalah drone sayap terbang Rusia yang dikembangkan oleh Sukhoi dan MiG Corporation. Drone ini diperkirakan memiliki beberapa sistem yang sama dengan Sukhoi Su-57.
Jika spesifikasi yang dinyatakan benar adanya, 19fortyfive menduga drone ini tengah dibentuk menjadi salah satu drone paling canggih di dunia. 19fortyfive pun mencantumkan fitur-fitur canggihnya, termasuk bentuk sayap terbang dan siluet rendah, dilengkapi dengan kemampuan AI yang diharapkan memungkinkannya terbang tanpa terhubung penuh dengan operator manusia.
Drone berbobot 20 ton ini diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 3.700 mil atau hampir 6.000 km, dan kecepatan jelajah hingga 965 km per jam. Drone ini diharapkan dapat membawa hingga 2.000 kg amunisi, mulai dari rudal jelajah dan bom presisi hingga rudal anti-udara.
Pesawat ini memiliki lebar sayap 19 meter, dan panjang 14 meter dari hidung ke ekor. Konstruksi material kompositnya dirancang untuk mengurangi tanda radar.
Baca juga: NATO Ungkap Strategi Besar Kalahkan Rusia dalam Perang Nuklir Habis-habisan
Lihat Juga :