AS Tarik Rudal Patriot, Arab Saudi Minati Iron Dome Israel?
Rabu, 15 September 2021 - 02:48 WIB
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel. Arab Saudi disebut tertarik untuk membeli senjata pertahanan rezim Zionis ini. Foto/IDF
TEL AVIV - Arab Saudi dilaporkan tertarik untuk membeli sistem pertahanan rudal buatan Israel, termasuk Iron Dome , setelah Amerika Serikat (AS)membawa keluarsistem rudal Patriot dan THAAD dari wilayah kerajaan. Minat Riyadh tersebut diungkap sumber pemerintah Zionis.
Sumber di Israel kepada Breaking Defense, Selasa (14/9/2021), telah mengonfirmasi laporan AP bahwa baterai sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan Patriot Amerika telah dikeluarkan secara diam-diam dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak di luar Riyadh.
Baca juga: Jenderal Top AS: Perang dengan Rusia dan China Akan Hancurkan Dunia
Aset-aset itu disiagakan di Kerajaan Arab Saudi setelah serangan tahun 2019 terhadap fasilitas produksi minyak Arab Saudi, yang diklaim oleh pasukan Houthi di Yaman. Namun, para pejabat AS menilai bahwa Iran sebenarnya berada di balik serangan itu.
Meskipun penarikan aset pertahanan udara dari wilayah tersebut telah diperkirakan selama beberapa bulan, tidak jelas kapan aset AS akan menuju ke tempat lain. Sekarang, sumber-sumber Israel mengatakan, Arab Saudi secara serius mempertimbangkan alternatifnya. Di antaranya, China, Rusia dan, dalam langkah yang mungkin tampak mustahil beberapa tahun lalu, Israel.
Secara khusus, Riyadh sedang mempertimbangkan Iron Dome, yang diproduksi oleh Rafael, yang lebih baik dalam melawan roket jarak pendek, atau Barak ER, yang diproduksi oleh IAI, yang dirancang untuk mencegat rudal jelajah. Sumber pertahanan Israel mengatakan kepada Breaking Defense bahwa kesepakatan seperti itu akan realistis, selama kedua negara menerima persetujuan dari Washington.
Sumber di Israel kepada Breaking Defense, Selasa (14/9/2021), telah mengonfirmasi laporan AP bahwa baterai sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan Patriot Amerika telah dikeluarkan secara diam-diam dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak di luar Riyadh.
Baca juga: Jenderal Top AS: Perang dengan Rusia dan China Akan Hancurkan Dunia
Aset-aset itu disiagakan di Kerajaan Arab Saudi setelah serangan tahun 2019 terhadap fasilitas produksi minyak Arab Saudi, yang diklaim oleh pasukan Houthi di Yaman. Namun, para pejabat AS menilai bahwa Iran sebenarnya berada di balik serangan itu.
Meskipun penarikan aset pertahanan udara dari wilayah tersebut telah diperkirakan selama beberapa bulan, tidak jelas kapan aset AS akan menuju ke tempat lain. Sekarang, sumber-sumber Israel mengatakan, Arab Saudi secara serius mempertimbangkan alternatifnya. Di antaranya, China, Rusia dan, dalam langkah yang mungkin tampak mustahil beberapa tahun lalu, Israel.
Secara khusus, Riyadh sedang mempertimbangkan Iron Dome, yang diproduksi oleh Rafael, yang lebih baik dalam melawan roket jarak pendek, atau Barak ER, yang diproduksi oleh IAI, yang dirancang untuk mencegat rudal jelajah. Sumber pertahanan Israel mengatakan kepada Breaking Defense bahwa kesepakatan seperti itu akan realistis, selama kedua negara menerima persetujuan dari Washington.
Lihat Juga :