Taliban Geledah Pintu ke Pintu Cari Wanita Afghanistan untuk Budak Seks
Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:16 WIB
Seorang jurnalis wanita lokal menggambarkan dirinya melarikan diri dari sebuah kota di Afghanistan utara—yang tidak dia sebutkan namanya—dan bersembunyi dengan pamannya karena takut para milisi Taliban akan memburunya dan mengeksekusinya.
Wanita berusia 22 tahun itu mengatakan dia melarikan diri "di bawah hidung" orang-orang bersenjata Taliban sambil menyamar di bawah burqa dan pergi ke desa terdekat—tetapi terpaksa melarikan diri lagi setelah informan memberi tahu para militan tentang kehadirannya.
Sekarang dia bersembunyi di lokasi terpencil di suatu tempat di utara negara itu, dan mengaku takut tentang keselamatan dirinya dan keluarganya. "Apakah saya akan pulang? Apakah saya akan melihat orangtua saya lagi? Kemana saya akan pergi? Bagaimana saya bisa bertahan," katanya yang minta tak disebutkan namanya karena hidupnya terancam.
Sementara itu penduduk setempat yang ketakutan yang melarikan diri dari kota Kunduz—yang direbut oleh Taliban minggu lalu— telah menceritakan serangan balasan yang dilakukan oleh milisi kelompok itu yang memburu siapa pun yang terkait dengan pemerintah dan memenggal atau mengeksekusi mereka.
Taliban kini telah merebut sembilan dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan dan menempatkan sebagian besar kota terbesar di negara itu dikepung dalam serangan kilat yang membuat pasukan pemerintah sebagian besar menyerah.
Kelompok Taliban, yang biasanya membantah melakukan kebrutalan terhadap warga sipil dalam perang saat ini, belum berkomentar atas laporan perburuan para wanita untuk dijadikan budak seks.
Wanita berusia 22 tahun itu mengatakan dia melarikan diri "di bawah hidung" orang-orang bersenjata Taliban sambil menyamar di bawah burqa dan pergi ke desa terdekat—tetapi terpaksa melarikan diri lagi setelah informan memberi tahu para militan tentang kehadirannya.
Sekarang dia bersembunyi di lokasi terpencil di suatu tempat di utara negara itu, dan mengaku takut tentang keselamatan dirinya dan keluarganya. "Apakah saya akan pulang? Apakah saya akan melihat orangtua saya lagi? Kemana saya akan pergi? Bagaimana saya bisa bertahan," katanya yang minta tak disebutkan namanya karena hidupnya terancam.
Sementara itu penduduk setempat yang ketakutan yang melarikan diri dari kota Kunduz—yang direbut oleh Taliban minggu lalu— telah menceritakan serangan balasan yang dilakukan oleh milisi kelompok itu yang memburu siapa pun yang terkait dengan pemerintah dan memenggal atau mengeksekusi mereka.
Taliban kini telah merebut sembilan dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan dan menempatkan sebagian besar kota terbesar di negara itu dikepung dalam serangan kilat yang membuat pasukan pemerintah sebagian besar menyerah.
Kelompok Taliban, yang biasanya membantah melakukan kebrutalan terhadap warga sipil dalam perang saat ini, belum berkomentar atas laporan perburuan para wanita untuk dijadikan budak seks.
Lihat Juga :