Demontran Palestina Tuntut Abbas Mundur setelah Aktivis Tewas Dipukuli

Sabtu, 26 Juni 2021 - 22:01 WIB
Banat, 43, adalah aktivis sosial yang menuduh Otoritas Palestina pimpinan Abbas melakukan korupsi, termasuk atas pertukaran vaksin COVID-19 yang segera kadaluarsa dengan Israel bulan ini dan penundaan pemilu Abbas yang telah lama tertunda pada Mei.

Banat telah terdaftar sebagai calon anggota parlemen untuk pemilu itu. Kelompok hak asasi manusia mengatakan Abbas secara teratur menangkap para pengkritik.

Seorang pejabat Human Rights Watch mengatakan penangkapan Banat “bukan anomali.” Abbas membantah tuduhan itu.

Amerika Serikat (AS), PBB dan Uni Eropa meminta Otoritas Palestina melakukan penyelidikan "transparan" atas kematian Banat.

Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mendesak warga Palestina untuk bangkit. “Dan mengakhiri pelanggaran yang meluas oleh (Otoritas Palestina) terhadap kebebasan dan hak-hak rakyat kita,” tegas Hamas.

Abbas dan Otoritas Palestina yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat, menolak tuduhan bahwa mereka korup dan bahwa mereka menangkap orang karena pandangan politik mereka. Mereka juga menyangkal melakukan penyiksaan pada para pengkritik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!