Makin Kacau, AS Pulangkan Staf Kedubes yang Tidak Penting dari Myanmar

Rabu, 31 Maret 2021 - 14:02 WIB
Militer mengakui cengkeramannya yang lama atas kekuasaan dengan dalih sebagai satu-satunya lembaga yang mampu menjamin persatuan nasional.

Baca juga: Wow, Bulan Purnama Bantu Bebaskan Kapal Kandas di Terusan Suez

Pesawat militer membom wilayah pejuang etnis KNU pada akhir pekan, menyebabkan sekitar 3.000 penduduk desa melarikan diri ke Thailand.

Thailand membantah tuduhan dari para aktivis bahwa pengungsi dipaksa kembali ke Myanmar. Namun pejabat Thailand di perbatasan mengatakan tentara mengirim sebagian besar orang kembali karena dianggap aman di wilayah Myanmar.

Seorang juru bicara badan pengungsi PBB mengatakan prihatin dengan laporan bahwa orang-orang akan dikirim kembali dan sedang mencari informasi dari Thailand.

Satu negara bagian di perbatasan India mencabut perintah untuk menolak pengungsi dengan memberi makanan dan tempat tinggal pada pengungsi.

Militer merebut kekuasaan dengan mengatakan pemilu November yang dimenangkan partai yang dipimpin Aung San Suu Kyi adalah karena kecurangan. Tuduhan itu dibantah komisi pemilu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!