Pangkalan Koalisi AS Diserang Roket, Amerika Marah
Selasa, 16 Februari 2021 - 11:49 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Pemerintah Washington marah setelah pangkalan militer koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di wilayah Kurdistan, Irak, diserang sejumlah roket . Serangan ini menewaskan seorang kontaktor sipil dan melukai enam orang lainnya termasuk seorang tentara Amerika.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meminta penyelidikan atas serangan roket pada hari Senin tersebut. Pihaknya berjanji akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.
Baca juga: Pangkalan Koalisi AS di Irak Diserang Roket, 1 Tewas dan 6 Luka
Kolisi pimpinan AS telah mengonfirmasi bahwa rentetan tembakan roket tersebut menewaskan seorang kontraktor sipil asing, melukai lima kontraktor lainnya dan seorang tentara AS.
"Kami marah dengan serangan roket hari ini (Senin) di Wilayah Kurdistan, Irak," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Selasa (16/2/2021).
"Saya telah menghubungi Perdana Menteri Pemerintah Regional Kurdistan Masrour Barzani untuk membahas insiden tersebut dan berjanji mendukung semua upaya untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," ujar Blinken.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meminta penyelidikan atas serangan roket pada hari Senin tersebut. Pihaknya berjanji akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.
Baca juga: Pangkalan Koalisi AS di Irak Diserang Roket, 1 Tewas dan 6 Luka
Kolisi pimpinan AS telah mengonfirmasi bahwa rentetan tembakan roket tersebut menewaskan seorang kontraktor sipil asing, melukai lima kontraktor lainnya dan seorang tentara AS.
"Kami marah dengan serangan roket hari ini (Senin) di Wilayah Kurdistan, Irak," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Selasa (16/2/2021).
"Saya telah menghubungi Perdana Menteri Pemerintah Regional Kurdistan Masrour Barzani untuk membahas insiden tersebut dan berjanji mendukung semua upaya untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," ujar Blinken.
Lihat Juga :