Duterte Minta AS Membayar Jika Ingin Pasukannya Tetap di Filipina

Sabtu, 13 Februari 2021 - 02:39 WIB
Pada Februari 2020, Duterte membatalkan VFA yang berusia 20 tahun dengan AS, setelah Washington mencabut visa Ronald Dela Rosa, orang dekatnya yang sekarang jadi senator Filipina. Namun, pemimpin Filipina itu telah dua kali menunda langkah untuk mengusir pasukan AS.

Baca juga: Gadis 13 Tahun di Israel Diperkosa 4 Pria Secara Bergiliran

Pada bulan November, pemerintah mengumumkan akan menangguhkan pembatalan VFA dalam enam bulan lagi, untuk menemukan pengaturan yang lebih ditingkatkan, saling menguntungkan, dapat disepakati bersama, dan lebih efektif serta bertahan lama.

Perjanjian tersebut memungkinkan pasukan AS untuk mengadakan latihan militer gabungan, pelatihan kontraintelijen dan untuk terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan di Filipina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!