Mesbah-Yazdi, Ulama Iran yang Bisa Pecat Khamenei Meninggal
Sabtu, 02 Januari 2021 - 15:06 WIB
Pada saat kematiannya, Mesbah-Yazdi adalah Kepala Institut Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini dan anggota lama Majelis Ahli, badan yang mengawasi pekerjaan Pemimpin Tertinggi dan secara teoribisa memecatPemimpin Tertinggi Iran.
Dia telah gagal mendapatkan kursi di majelis pada pemilihan 2016 di tengah lonjakan oleh kaum reformis dan moderat, yang sangat dia lawan, tetapi berhasil mendapatkan kembali posisi dalam pemilihan sela dua tahun kemudian. (Baca juga: Rusia Bersiap Uji Rudal yang Kalahkan Semua Sistem Pertahanan di Dunia )
Ketika kaum reformis dan moderat bangkit, ulama itu mengatakan pada 2014 bahwa rakyat Iran "tidak pantas mendapatkan pemimpin seperti itu". Komentar itu diduga merujuk pada sosok Presiden Rouhani. Sebaliknya, dia memuji Khamenei dan bahwa kepemimpinannya adalah berkah bagi Republik Islam Iran.
Sebagai sekutu dekat dan pendukung setia Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dia memegang keyakinan kontroversial bahwa menentang Pemimpin Tertinggi sama dengan “syirik” atau "politeisme".
Presiden Iran Hassan Rouhani dan ketua parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf dalam pernyataan terpisah menyampaikan belasungkawa atas kematian Mesbah-Yazdi kepada bangsa Iran, keluarganya dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.
Dia telah gagal mendapatkan kursi di majelis pada pemilihan 2016 di tengah lonjakan oleh kaum reformis dan moderat, yang sangat dia lawan, tetapi berhasil mendapatkan kembali posisi dalam pemilihan sela dua tahun kemudian. (Baca juga: Rusia Bersiap Uji Rudal yang Kalahkan Semua Sistem Pertahanan di Dunia )
Ketika kaum reformis dan moderat bangkit, ulama itu mengatakan pada 2014 bahwa rakyat Iran "tidak pantas mendapatkan pemimpin seperti itu". Komentar itu diduga merujuk pada sosok Presiden Rouhani. Sebaliknya, dia memuji Khamenei dan bahwa kepemimpinannya adalah berkah bagi Republik Islam Iran.
Sebagai sekutu dekat dan pendukung setia Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dia memegang keyakinan kontroversial bahwa menentang Pemimpin Tertinggi sama dengan “syirik” atau "politeisme".
Presiden Iran Hassan Rouhani dan ketua parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf dalam pernyataan terpisah menyampaikan belasungkawa atas kematian Mesbah-Yazdi kepada bangsa Iran, keluarganya dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.
(min)
Lihat Juga :