Belanda Usir 2 Diplomat Rusia karena Jadi Mata-mata, Moskow Siap Balas
Jum'at, 11 Desember 2020 - 14:30 WIB
"Beberapa orang dibayar oleh perwira intelijen sebagai imbalan atas informasi," kata dinas intelijen Belanda tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat (11/12/2020).
"Petugas kedua memainkan 'peran pendukung'," lanjut AIVD. (Baca juga: Putin Unjuk Kekuatan Triad Nuklir Rusia, Isyarat Siap Perang Nuklir )
Menteri Dalam Negeri Belanda Karin Ollongren mengatakan Duta Besar Rusia telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Belanda.
"Jaringan mata-mata kemungkinan besar menyebabkan kerusakan pada organisasi di mana sumbernya aktif dan dengan demikian kemungkinan juga pada ekonomi dan keamanan nasional Belanda," kata Ollongren.
Pengumuman itu datang sehari setelah European Medicines Agency yang berbasis di Belanda terkena serangan siber yang menargetkan data vaksin virus corona, tetapi tidak ada indikasi bahwa kedua insiden itu terkait.
Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Internasional Duma Rusia mengatakan Moskow akan dipaksa untuk mengambil tindakan simetris.
"Petugas kedua memainkan 'peran pendukung'," lanjut AIVD. (Baca juga: Putin Unjuk Kekuatan Triad Nuklir Rusia, Isyarat Siap Perang Nuklir )
Menteri Dalam Negeri Belanda Karin Ollongren mengatakan Duta Besar Rusia telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Belanda.
"Jaringan mata-mata kemungkinan besar menyebabkan kerusakan pada organisasi di mana sumbernya aktif dan dengan demikian kemungkinan juga pada ekonomi dan keamanan nasional Belanda," kata Ollongren.
Pengumuman itu datang sehari setelah European Medicines Agency yang berbasis di Belanda terkena serangan siber yang menargetkan data vaksin virus corona, tetapi tidak ada indikasi bahwa kedua insiden itu terkait.
Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Internasional Duma Rusia mengatakan Moskow akan dipaksa untuk mengambil tindakan simetris.
Lihat Juga :