Trump Klaim AS Miliki Rudal Hipersonik Terkuat di Dunia
Minggu, 06 Desember 2020 - 22:54 WIB
Trump mengatakan AS saat ini militer AS dilengkapi senjata modern, termasuk rudal hipersonik dan hidrosonik baru, yang lebih unggul dari rudal lainnya. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump mengatakan, saat ini militer AS dilengkapi senjata modern, termasuk rudal hipersonik dan "hidrosonik" baru, yang lebih unggul dari rudal lainnya. Hal itu disampaikan Trump saat berbicara di hadapan pendukungnya di Georgia.
(Baca juga : Bikin Ciut Nyali Musuh, Ini Senapan Sniper Paling Mematikan di Dunia )
"Kita sekarang memiliki militer terbesar, paling modern dalam sejarah negara kita. Kita memiliki jet tempur baru, pembom baru, rudal dan roket baru," kata Trump dalam pidatonya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (6/12/2020).
(Baca juga : Tembak Mata Bocah 9 Tahun Palestina, Polisi Israel Tak Diadili )
"Kita memiliki (rudal) hipersonik dan hidrosonik, Anda tahu apa itu hidrosonik? Air, kita memiliki semuanya. Kita memiliki rudal yang melaju tujuh kali lebih cepat daripada rudal mana pun di dunia," sambungnya.
Demonstrasi yang dilakukan Rusia dan China tentang rudal hipersonik baru dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong AS untuk meningkatkan pengembangan versinya sendiri. ( Baca juga: Trump Tarik Pasukan AS, Warga Somalia Kecewa Berat )
(Baca juga : Bikin Ciut Nyali Musuh, Ini Senapan Sniper Paling Mematikan di Dunia )
"Kita sekarang memiliki militer terbesar, paling modern dalam sejarah negara kita. Kita memiliki jet tempur baru, pembom baru, rudal dan roket baru," kata Trump dalam pidatonya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (6/12/2020).
(Baca juga : Tembak Mata Bocah 9 Tahun Palestina, Polisi Israel Tak Diadili )
"Kita memiliki (rudal) hipersonik dan hidrosonik, Anda tahu apa itu hidrosonik? Air, kita memiliki semuanya. Kita memiliki rudal yang melaju tujuh kali lebih cepat daripada rudal mana pun di dunia," sambungnya.
Demonstrasi yang dilakukan Rusia dan China tentang rudal hipersonik baru dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong AS untuk meningkatkan pengembangan versinya sendiri. ( Baca juga: Trump Tarik Pasukan AS, Warga Somalia Kecewa Berat )
Lihat Juga :