Filipina: Suka atau Tidak, Kami Terlibat Jika Perang AS vs China Pecah
Kamis, 26 November 2020 - 06:46 WIB
Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya telah berselisih dengan Beijing mengenai kedaulatan di Laut China Selatan yang diperebutkan, yang 90 persen diklaim oleh China.
"Keputusan baru-baru ini dari pemerintah China untuk mempersenjatai kapal penjaga pantai (coast guard) mereka yang berpatroli di Laut China Selatan semakin meningkatkan taruhannya, dan jika perang penembakan terjadi, Filipina, yang berada tepat di tengah konflik, akan terlibat apakah (rakyat negara ini) suka atau tidak," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (26/11/2020).
Washington pada Senin lalu menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Manila atas klaim teritorial di Laut China Selatan yang kaya sumber daya. (Baca juga: AS dengan Militernya Bela 'Musuh-musuh' China dalamSengketa Laut China Selatan )
Dalam kunjungan ke Ibu Kota Filipina, Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Robert O'Brien, mengatakan kepada jurnalis yang berkumpul; "Pesan kami adalah kami akan berada di sini, kami mendukung Anda, dan kami tidak akan pergi."
Beijing dengan keras menentang intervensi AS di Filipina dan kawasan sekitar Laut China Selatan secara keseluruhan.
"Keputusan baru-baru ini dari pemerintah China untuk mempersenjatai kapal penjaga pantai (coast guard) mereka yang berpatroli di Laut China Selatan semakin meningkatkan taruhannya, dan jika perang penembakan terjadi, Filipina, yang berada tepat di tengah konflik, akan terlibat apakah (rakyat negara ini) suka atau tidak," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (26/11/2020).
Washington pada Senin lalu menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Manila atas klaim teritorial di Laut China Selatan yang kaya sumber daya. (Baca juga: AS dengan Militernya Bela 'Musuh-musuh' China dalamSengketa Laut China Selatan )
Dalam kunjungan ke Ibu Kota Filipina, Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Robert O'Brien, mengatakan kepada jurnalis yang berkumpul; "Pesan kami adalah kami akan berada di sini, kami mendukung Anda, dan kami tidak akan pergi."
Beijing dengan keras menentang intervensi AS di Filipina dan kawasan sekitar Laut China Selatan secara keseluruhan.
Lihat Juga :