PM Inggris Isolasi Diri setelah Kontak dengan Politisi Positif Covid-19
Senin, 16 November 2020 - 10:12 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengisolasi diri setelah kontak dengan anggota parlemen yang positif Covid-19. Foto/REUTERS
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson telah diperintahkan untuk mengisolasi diri setelah melakukan kontak dengan seorang anggota parlemen yang dites positif terinfeksi virus corona baru ( Covid-19 ). PM Johnson menyatakan akan mengikuti perintah tersebut.
Johnson diberitahu oleh Tim Tes dan Penulusuan Layanan Kesehatan Nasional (NHS Test and Trace) bahwa dia harus tetap diisolasi setelah bertemu Kamis lalu dengan anggota parlemen Lee Anderson, yang sejak itu dinyatakan positif Covid-19. (Baca: Donald Trump Akhirnya Akui Biden Menang Pilpres AS )
"Perdana Menteri akan mengikuti aturan dan mengisolasi diri. Dia akan terus bekerja dari Downing Street, termasuk memimpin tanggapan pemerintah terhadap pandemi virus corona," kata juru bicara Downing Street kepada The Sun, Senin (16/11/2020).
Pada Maret lalu, pemimpin 56 tahun tersebut menghabiskan tiga hari dalam perawatan intensif setelah tertular virus corona baru. Kala itu, dia mulanya dilaporkan sehat dan tidak memiliki gejala. Namun, kemudian terungkap bahwa kondisinya sangat parah sehingga dokter saat itu bersiap untuk mengumumkan kematiannya.
Johnson diberitahu oleh Tim Tes dan Penulusuan Layanan Kesehatan Nasional (NHS Test and Trace) bahwa dia harus tetap diisolasi setelah bertemu Kamis lalu dengan anggota parlemen Lee Anderson, yang sejak itu dinyatakan positif Covid-19. (Baca: Donald Trump Akhirnya Akui Biden Menang Pilpres AS )
"Perdana Menteri akan mengikuti aturan dan mengisolasi diri. Dia akan terus bekerja dari Downing Street, termasuk memimpin tanggapan pemerintah terhadap pandemi virus corona," kata juru bicara Downing Street kepada The Sun, Senin (16/11/2020).
Pada Maret lalu, pemimpin 56 tahun tersebut menghabiskan tiga hari dalam perawatan intensif setelah tertular virus corona baru. Kala itu, dia mulanya dilaporkan sehat dan tidak memiliki gejala. Namun, kemudian terungkap bahwa kondisinya sangat parah sehingga dokter saat itu bersiap untuk mengumumkan kematiannya.
Lihat Juga :