Lagi, Filipina Batalkan Rencana Mengusir Pasukan AS

Kamis, 12 November 2020 - 05:24 WIB
Duterte telah vokal tentang penentangannya terhadap keberadaan pasukan AS di Filipina dan telah meminta Amerika untuk menarik semua pasukan dari negara Katolik itu. Duterte menuduh Washington mencampuri kebijakan luar negeri Manila.

Alih-alih membina aliansi jangka panjang dengan Amerika, tak lama setelah menjabat, Duterte mengumumkan "pemisahan"-nya dari AS dan menyatakan bahwa ia menyelaraskan kembali negara itu dengan China.

Menyatakan bahwa "Amerika telah kalah", dia menyusun rencana bagi Beijing dan Manila untuk bekerja sama dalam meningkatkan kerja sama militer dan ekonomi.

Awal tahun ini, Duterte memberi tahu Washington bahwa Manilla akan membatalkan kesepakatan, menyusul perselisihan mengenai Amerika Serikat yang menolak visa seorang senator Filipina. Amerika menolak masuk sekutu Duterte; Senator Ronald dela Rosa pada Januari 2020, setelah dia masuk daftar hitam karena dituduh terlibat dalam pembunuhan di luar hukum sebagai bagian dari perang narkoba di negara itu.

Duterte sebelumnya menunda keputusan untuk mengakhiri pakta pada bulan Juni tanpa menjelaskan alasannya, dan hanya mengatakan bahwa itu muncul sehubungan dengan perkembangan politik dan lainnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!