Korban Covid-19 Menurun, Negara di Asia Tenggara Perlonggar Lockdown
Jum'at, 08 Mei 2020 - 10:32 WIB
Misalnya, di Restoran Hanji yang melayani masakan khas Taiwan, menempatkan plastik sebagai pembatas antara pelanggan satu dengan lainnya. Itu seseuai dengan anjuran dari Pemerintah Thailand. “Awalnya pelanggan merasa aneh. Tapi, nantinya juga akan terbiasa,” kata Soranan, 30, pegawai restoran.
Jumlah kasus pasien virus korona di Thailand hanya 2.987 orang dengan 54 orang kematian. Namun, para pejabat Thailand menyatakan mereka sangat berhati-hati memberlakukan pelonggaran lockdown karena menghindari bangkitnya kembali wabah korona gelombang kedua.
Sementara itu, jutaan anak sekolah di Vietnam pada Senin lalu telah kembali ke sekolah. Hal itu setelah Vietnam tidak lagi dilaporkan adanya penularan Covid-19 di negara tersebut. Di sebuah sekolah di Hanoi, sekolah menengah pertama memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh siswa sebelum memasuki kelas. Itu terjadi setelah siswa diliburkan selama tiga bulan.
“Saya sangat senang bisa bersekolah karena di rumah sangat membosankan,” kata Pham Anh Kiet, siswa berusia 11 tahun. Di kelas, tempat duduk siswa juga diberi jarak dan diwajibkan memakai masker.
Hanya saja, menurut Nguyen Xuan Khang, kepala sekolah di Hanoi, sangat sulit mengatur siswa untuk tetap menjaga jarak ketika waktu istirahat. “Anak-anak sangat aktif. Sulit mengatur anak-anak agar tetap menjaga jarak,” katanya.
Selain mewajibkan siswa mengenakan masker, Nguyen juga mengatakan, sekolahnya mewajibkan siswa untuk kerap mencuci tangan.
Sebanyak 22 juta siswa dan mahasiswa di Vietnam diliburkan sejak Januari lalu. Khusus untuk skeolah dasar dan taman kanak-kanak akan kembali mulai pengajaran pada pekan depan. Kalau kampus sudah mulai memberlakukan pengajaran langsung. Di Vietnam hanya dilaporkan 271 kasus dan tidak ada korban meninggal. Tidak ada kasus penyebaran Covid-19 dalam dua pekan terakhir.
Jumlah kasus pasien virus korona di Thailand hanya 2.987 orang dengan 54 orang kematian. Namun, para pejabat Thailand menyatakan mereka sangat berhati-hati memberlakukan pelonggaran lockdown karena menghindari bangkitnya kembali wabah korona gelombang kedua.
Sementara itu, jutaan anak sekolah di Vietnam pada Senin lalu telah kembali ke sekolah. Hal itu setelah Vietnam tidak lagi dilaporkan adanya penularan Covid-19 di negara tersebut. Di sebuah sekolah di Hanoi, sekolah menengah pertama memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh siswa sebelum memasuki kelas. Itu terjadi setelah siswa diliburkan selama tiga bulan.
“Saya sangat senang bisa bersekolah karena di rumah sangat membosankan,” kata Pham Anh Kiet, siswa berusia 11 tahun. Di kelas, tempat duduk siswa juga diberi jarak dan diwajibkan memakai masker.
Hanya saja, menurut Nguyen Xuan Khang, kepala sekolah di Hanoi, sangat sulit mengatur siswa untuk tetap menjaga jarak ketika waktu istirahat. “Anak-anak sangat aktif. Sulit mengatur anak-anak agar tetap menjaga jarak,” katanya.
Selain mewajibkan siswa mengenakan masker, Nguyen juga mengatakan, sekolahnya mewajibkan siswa untuk kerap mencuci tangan.
Sebanyak 22 juta siswa dan mahasiswa di Vietnam diliburkan sejak Januari lalu. Khusus untuk skeolah dasar dan taman kanak-kanak akan kembali mulai pengajaran pada pekan depan. Kalau kampus sudah mulai memberlakukan pengajaran langsung. Di Vietnam hanya dilaporkan 271 kasus dan tidak ada korban meninggal. Tidak ada kasus penyebaran Covid-19 dalam dua pekan terakhir.
Lihat Juga :