Eropa Khawatirkan Risiko Sengketa Hasil Pemilu Presiden AS

Selasa, 20 Oktober 2020 - 02:02 WIB
Para pejabat Jerman telah memikirkan implikasinya selama berbulan-bulan, sejak Trump meragukan apakah dia akan menerima hasilnya. “Kami menganalisis apa yang bisa terjadi, skenario yang berbeda,” kata salah satu pejabat itu. (Lihat Video: Diduga Depresi Sekolah Daring, Pelajar Nekat Bunuh Diri)

Pemilihan presiden telah diperdebatkan di masa lalu, seperti pada 2000, ketika pengacara untuk Al Gore dan George W Bush menghabiskan satu bulan untuk memperdebatkan penghitungan ulang Florida hingga MA akhirnya memutuskan memenangkan Bush.

“Tetapi perselisihan kali ini bisa berlangsung lebih lama dan lebih tidak terduga,” kata para pejabat, termasuk risiko kekerasan di jalanan, tantangan hukum, dan kemungkinan Trump menolak mengosongkan Gedung Putih.

Kekosongan kepemimpinan akan memiliki implikasi besar di negara yang sudah terpolarisasi ras dan politik serta kewalahan memerangi virus corona.

Washington sedang dalam perselisihan perdagangan dengan China dan mencoba memberikan pengaruh dalam konflik Laut China Selatan hingga konflik Yaman. Hasil yang diperebutkan dapat menimbulkan risiko kekosongan kepemimpinan yang mungkin ingin dieksploitasi Beijing, Moskow, atau Pyongyang. Analis geopolitik khawatir, misalnya, bahwa China mungkin akan bergerak melawan Taiwan.

Untuk Inggris, itu akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian karena potensi Brexit tanpa kesepakatan dimulai pada 1 Januari, dan ketika London mencoba mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington. Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan siap untuk hasil apa pun.

Bagi Prancis, itu bisa berarti perbedaan antara Amerika Serikat sepenuhnya menarik diri dari kesepakatan iklim Paris atau berpotensi bergabung kembali di bawah Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!