Studi WHO: Remdesivir Tidak Mempan Obati Covid-19
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 00:18 WIB
Hasil penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal atau ditinjau oleh ilmuwan independen, tetapi diposting di situs yang digunakan peneliti untuk membagikan hasil dengan cepat.
“Kisah besarnya adalah penemuan bahwa Remdesivir tidak memberikan dampak yang berarti pada kelangsungan hidup,” kata Martin Landray, profesor Universitas Oxford yang memimpin penelitian pengobatan virus Corona lainnya, dalam sebuah pernyataan.
“Ini adalah obat yang harus diberikan melalui infus intravena selama lima sampai 10 hari dan harganya sekitar USD2.550 per kursus pengobatan," katanya.
“Covid memengaruhi jutaan orang dan keluarga mereka di seluruh dunia. Kami membutuhkan perawatan yang terukur, terjangkau, dan adil," sambungnya seperti dilansir dari Associated Press, Sabtu (17/10/2020).
Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengaitkan perbedaan dalam kesimpulan kedua studi tersebut dengan fakta bahwa penelitian yang dilakukan WHO lebih luas.
“Ini hanya studi dengan kekuatan yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.
“Kisah besarnya adalah penemuan bahwa Remdesivir tidak memberikan dampak yang berarti pada kelangsungan hidup,” kata Martin Landray, profesor Universitas Oxford yang memimpin penelitian pengobatan virus Corona lainnya, dalam sebuah pernyataan.
“Ini adalah obat yang harus diberikan melalui infus intravena selama lima sampai 10 hari dan harganya sekitar USD2.550 per kursus pengobatan," katanya.
“Covid memengaruhi jutaan orang dan keluarga mereka di seluruh dunia. Kami membutuhkan perawatan yang terukur, terjangkau, dan adil," sambungnya seperti dilansir dari Associated Press, Sabtu (17/10/2020).
Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengaitkan perbedaan dalam kesimpulan kedua studi tersebut dengan fakta bahwa penelitian yang dilakukan WHO lebih luas.
“Ini hanya studi dengan kekuatan yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Lihat Juga :