Erdogan Sebut Yerusalem Milik Turki
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 07:02 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan Yerusalem adalah milik Turki, mengacu pada kendali Kekaisaran Ottoman atas kota itu selama sebagian besar era modern. Kota suci tersebut saat ini sebagian besar dikendalikan oleh Israel dan bahkan dinyatakan sebagai ibu kota negara Yahudi tersebut.
“Di kota yang harus kami tinggalkan dengan air mata selama Perang Dunia Pertama, masih mungkin untuk menemukan jejak perlawanan Ottoman. Jadi Yerusalem adalah kota kami, kota dari kami," katanya kepada anggota parlemen Turki selama pidato kebijakan utama di Ankara hari Kamis. (Baca: Netanyahu dan Erdogan Jadi Sekutu dalam Perang Armenia vs Azerbaijan )
"Kiblat (arah salat dalam Islam) pertama kami al-Aqsa dan Dome of the Rock (Kubah Batu) di Yerusalem adalah masjid simbolis iman kami. Selain itu, kota ini adalah rumah bagi tempat-tempat suci agama Kristen dan Yudaisme," paparnya.
Kekaisaran Ottoman memerintah atas Yerusalem dari tahun 1516 hingga 1917. Turki modern, negara penggantinya, telah lama menekankan hubungannya yang abadi dengan kota suci tersebut, dan secara teratur mengutuk upaya Israel untuk mengendalikannya dan mengutuk pengakuan pemerintah Amerika Serikat pada Desember 2017 bahwa itu sebagai Ibu Kota Israel.
“Di kota yang harus kami tinggalkan dengan air mata selama Perang Dunia Pertama, masih mungkin untuk menemukan jejak perlawanan Ottoman. Jadi Yerusalem adalah kota kami, kota dari kami," katanya kepada anggota parlemen Turki selama pidato kebijakan utama di Ankara hari Kamis. (Baca: Netanyahu dan Erdogan Jadi Sekutu dalam Perang Armenia vs Azerbaijan )
"Kiblat (arah salat dalam Islam) pertama kami al-Aqsa dan Dome of the Rock (Kubah Batu) di Yerusalem adalah masjid simbolis iman kami. Selain itu, kota ini adalah rumah bagi tempat-tempat suci agama Kristen dan Yudaisme," paparnya.
Kekaisaran Ottoman memerintah atas Yerusalem dari tahun 1516 hingga 1917. Turki modern, negara penggantinya, telah lama menekankan hubungannya yang abadi dengan kota suci tersebut, dan secara teratur mengutuk upaya Israel untuk mengendalikannya dan mengutuk pengakuan pemerintah Amerika Serikat pada Desember 2017 bahwa itu sebagai Ibu Kota Israel.
Lihat Juga :