Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:10 WIB
Sebelumnya, Iran melaporkan tidak ada serangan semalam hingga Sabtu, sebuah jeda yang jelas dari hampir dua minggu berturut-turut serangan AS.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengatakan bahwa “Iran mengalami malam yang damai”. Tidak seperti 13 malam sebelumnya, Komando Pusat AS tidak mengumumkan serangan baru.

Perang tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di Iran, menurut kementerian. Delapan belas anggota militer AS, 24 warga sipil di Israel, dan sejumlah kecil warga sipil juga dilaporkan tewas di negara-negara di seluruh wilayah tersebut.

Di Lebanon, lebih dari 4.000 orang telah tewas, serta 38 tentara Israel.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!