Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Rabu, 15 Juli 2026 - 15:15 WIB
“Serangan akan berlanjut sampai saya mengatakan sudah cukup. Minggu depan akan ada pembangkit listrik. Minggu depan akan ada jembatan. Kita akan menghancurkan semua pembangkit listrik mereka. Kita akan menghancurkan semua jembatan mereka kecuali mereka mau duduk di meja perundingan dan bernegosiasi.”
Trump memperingatkan bahwa Iran “tidak akan memiliki siapa pun yang tersisa” kecuali mencapai kesepakatan, mengklaim bahwa pejabat AS menyampaikan pesan itu ke Teheran “sekitar satu jam yang lalu.”
“Kami sangat berhati-hati dengan penduduk sipil,” kata Trump. Sebelumnya, ia mengancam akan membom Iran hingga hancur lebur, dan pernah memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati” jika Teheran gagal memenuhi tuntutan AS dan Israel.
Lebih dari 1.500 warga sipil telah tewas di Iran sejak kampanye pengeboman AS-Israel dimulai pada 28 Februari, menurut pihak berwenang. Salah satu insiden paling mematikan adalah serangan terhadap sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab, yang menewaskan 168 orang, sebagian besar anak-anak.
Investigasi sumber terbuka oleh media menyimpulkan bahwa sekolah tersebut kemungkinan terkena serangan AS di pangkalan angkatan laut IRGC terdekat. Trump membantah tanggung jawab AS tetapi mengatakan bulan lalu bahwa “kesalahan bisa terjadi” dan “tidak ada yang melakukannya dengan sengaja.”
Trump memperingatkan bahwa Iran “tidak akan memiliki siapa pun yang tersisa” kecuali mencapai kesepakatan, mengklaim bahwa pejabat AS menyampaikan pesan itu ke Teheran “sekitar satu jam yang lalu.”
“Kami sangat berhati-hati dengan penduduk sipil,” kata Trump. Sebelumnya, ia mengancam akan membom Iran hingga hancur lebur, dan pernah memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati” jika Teheran gagal memenuhi tuntutan AS dan Israel.
Lebih dari 1.500 warga sipil telah tewas di Iran sejak kampanye pengeboman AS-Israel dimulai pada 28 Februari, menurut pihak berwenang. Salah satu insiden paling mematikan adalah serangan terhadap sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab, yang menewaskan 168 orang, sebagian besar anak-anak.
Investigasi sumber terbuka oleh media menyimpulkan bahwa sekolah tersebut kemungkinan terkena serangan AS di pangkalan angkatan laut IRGC terdekat. Trump membantah tanggung jawab AS tetapi mengatakan bulan lalu bahwa “kesalahan bisa terjadi” dan “tidak ada yang melakukannya dengan sengaja.”
(ahm)
Lihat Juga :