Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Rabu, 15 Juli 2026 - 13:31 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers bersama di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 4 Februari 2025. Foto/Celal Güne?/Anadolu Agency
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama panggilan telepon untuk menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon. Kabar itu dilapor Axios pada hari Selasa (14/7/2026).
Mengutip pejabat AS dan Israel, laporan tersebut mencatat Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa kehadiran militer Israel di wilayah Suriah menciptakan ketegangan dan dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut.
“Mereka tidak menginginkan Anda di sana. Anda harus memindahkan pasukan,” ujar Trump kepada Netanyahu, menurut seorang pejabat AS yang dikutip Axios.
Laporan itu juga mengklaim Trump juga membuat permintaan serupa mengenai Lebanon, sementara Netanyahu berpendapat Israel membutuhkan zona keamanan di sepanjang perbatasannya.
Axios mengatakan panggilan itu terjadi sehari setelah Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki, karena pemerintahan Trump terus berupaya memajukan pengaturan keamanan antara Israel dan Suriah.
Baca juga: Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Mengutip pejabat AS dan Israel, laporan tersebut mencatat Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa kehadiran militer Israel di wilayah Suriah menciptakan ketegangan dan dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut.
“Mereka tidak menginginkan Anda di sana. Anda harus memindahkan pasukan,” ujar Trump kepada Netanyahu, menurut seorang pejabat AS yang dikutip Axios.
Laporan itu juga mengklaim Trump juga membuat permintaan serupa mengenai Lebanon, sementara Netanyahu berpendapat Israel membutuhkan zona keamanan di sepanjang perbatasannya.
Axios mengatakan panggilan itu terjadi sehari setelah Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki, karena pemerintahan Trump terus berupaya memajukan pengaturan keamanan antara Israel dan Suriah.
Baca juga: Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
(sya)
Lihat Juga :