Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Jum'at, 10 Juli 2026 - 20:44 WIB
Ribuan orang membawa poster mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan bendera berkumpul di dekat Makam Imam Hussein di Karbala, Irak, untuk menghadiri upacara perpisahan Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel, pada 8 Juli 2026. Foto/Murtadha
TEL AVIV - Israel meminta persetujuan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran di tengah eskalasi saat ini antara Washington dan Teheran. Stasiun penyiaran publik Israel, Kan 11, melaporkan pada Kamis malam (9/7/2026) bahwa konfrontasi saat ini tetap "terbatas hanya pada Amerika Serikat dan Iran, tanpa keterlibatan Israel".
Laporan tersebut mengatakan Israel memperkirakan baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, New York Post melaporkan pada Kamis malam, mengutip sumber-sumber Israel, bahwa Israel siap bergabung dengan serangan AS di masa mendatang terhadap Iran "jika Washington meminta bantuan."
Salah satu sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut, "Kami telah membuktikan bahwa kami mendukung Amerika Serikat. Saya tidak yakin apakah itu akan menjadi kepentingan mereka — kepentingan AS — jika Israel bergabung dalam hal ini, tetapi kami menyadari bahwa kami perlu menunjukkan kekuatan kami. Kami bersedia melakukannya lagi, jika diperlukan," tambah sumber tersebut.
Laporan tersebut mengatakan Israel memperkirakan baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, New York Post melaporkan pada Kamis malam, mengutip sumber-sumber Israel, bahwa Israel siap bergabung dengan serangan AS di masa mendatang terhadap Iran "jika Washington meminta bantuan."
Salah satu sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut, "Kami telah membuktikan bahwa kami mendukung Amerika Serikat. Saya tidak yakin apakah itu akan menjadi kepentingan mereka — kepentingan AS — jika Israel bergabung dalam hal ini, tetapi kami menyadari bahwa kami perlu menunjukkan kekuatan kami. Kami bersedia melakukannya lagi, jika diperlukan," tambah sumber tersebut.
Lihat Juga :