Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Kamis, 09 Juli 2026 - 07:58 WIB
Menurutnya, upacara-upacara tersebut mewakili tahap terbaru dari sebuah proses yang telah berkembang dari perlawanan bangsa Iran dalam menghadapi agresi musuh yang tidak beralasan menjadi partisipasi politik yang lebih luas yang memperoleh dimensi ideologis dan berbasis keyakinan.
"Dengan kata lain, pemikiran dan jalan pemimpin yang gugur telah melampaui kehadiran fisiknya dan telah tertanam dalam masyarakat dan di antara rakyat Iran, mendekatkan mereka," paparnya.
"Hari ini, kemarahan revolusioner dan kemarahan suci telah muncul di antara rakyat Iran karena seorang pemimpin yang sangat mereka cintai telah menjadi martir, bersama keluarganya, oleh Amerika Serikat dan Israel. Kemarahan ini disertai dengan kesadaran dan kebangkitan yang lebih besar," imbuh dia.
Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada hari pertama agresi gabungan AS dan Israel 28 Februari, yang pada akhirnya memicu perang yang meluas di Timur Tengah.
Sementara itu, Trump mulai menyuarakan kekhawatiran akan hidupnya dengan mengeklaim Iran telah berencana untuk membunuhnya.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Turki pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa meskipun dia "beruntung" selama ini, itu mungkin tidak akan terus berlanjut.
"Dengan kata lain, pemikiran dan jalan pemimpin yang gugur telah melampaui kehadiran fisiknya dan telah tertanam dalam masyarakat dan di antara rakyat Iran, mendekatkan mereka," paparnya.
"Hari ini, kemarahan revolusioner dan kemarahan suci telah muncul di antara rakyat Iran karena seorang pemimpin yang sangat mereka cintai telah menjadi martir, bersama keluarganya, oleh Amerika Serikat dan Israel. Kemarahan ini disertai dengan kesadaran dan kebangkitan yang lebih besar," imbuh dia.
Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada hari pertama agresi gabungan AS dan Israel 28 Februari, yang pada akhirnya memicu perang yang meluas di Timur Tengah.
Sementara itu, Trump mulai menyuarakan kekhawatiran akan hidupnya dengan mengeklaim Iran telah berencana untuk membunuhnya.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Turki pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa meskipun dia "beruntung" selama ini, itu mungkin tidak akan terus berlanjut.
Lihat Juga :