Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Jum'at, 03 Juli 2026 - 07:49 WIB
Gholamhossein Mozaffari, gubernur Provinsi Razavi Khorasan, tempat Khamenei akan dimakamkan, mengatakan helikopter dapat dikerahkan selama sebagian prosesi untuk membantu mengelola kerumunan dan memastikan pergerakan peti mati yang aman. Masih belum jelas apakah tindakan tersebut akan terbatas pada Mashhad atau diperluas ke seluruh upacara di beberapa kota.
Melindungi para pemimpin senior, mengelola jutaan pelayat, dan mengangkut peti mati melintasi beberapa kota di dua negara diperkirakan akan membutuhkan salah satu operasi keamanan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Baghdad untuk berkoordinasi dengan pejabat Irak mengenai pengaturan untuk prosesi lintas perbatasan.
Perencanaan Iran yang ekstensif sebagian besar dibentuk oleh pemakaman pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang kacau setelah kematiannya pada 3 Juni 1989.
Jenazah Khomeini pertama kali disemayamkan di Mosalla, Teheran, di mana salat jenazah dipimpin oleh Grand Ayatollah Mohammad Reza Golpayegani. Namun, keesokan harinya, ratusan ribu pelayat menyerbu peti mati saat diangkut ke tempat pemakaman.
Pasukan keamanan kewalahan ketika orang-orang mencoba menyentuh peti mati, merusaknya dan merobek kain kafan. Pihak berwenang akhirnya mengevakuasi jenazah dengan helikopter, mengembalikannya ke Jamaran untuk dibungkus kembali, dan menunda pemakaman hingga keesokan harinya.
Media pemerintah Iran mengeklaim bahwa sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman tersebut. Puluhan orang terluka dalam insiden tersebut dan beberapa diyakini telah meninggal, tetapi tidak ada angka korban resmi yang pernah dirilis.
Khomeini awalnya dimakamkan di kuburan sederhana dekat pemakaman Behesht-e Zahra di Teheran, yang kemudian diubah menjadi kompleks mausoleum yang luas.
Melindungi para pemimpin senior, mengelola jutaan pelayat, dan mengangkut peti mati melintasi beberapa kota di dua negara diperkirakan akan membutuhkan salah satu operasi keamanan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Baghdad untuk berkoordinasi dengan pejabat Irak mengenai pengaturan untuk prosesi lintas perbatasan.
Bayang-bayang Pemakaman Khomeini
Perencanaan Iran yang ekstensif sebagian besar dibentuk oleh pemakaman pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang kacau setelah kematiannya pada 3 Juni 1989.
Jenazah Khomeini pertama kali disemayamkan di Mosalla, Teheran, di mana salat jenazah dipimpin oleh Grand Ayatollah Mohammad Reza Golpayegani. Namun, keesokan harinya, ratusan ribu pelayat menyerbu peti mati saat diangkut ke tempat pemakaman.
Pasukan keamanan kewalahan ketika orang-orang mencoba menyentuh peti mati, merusaknya dan merobek kain kafan. Pihak berwenang akhirnya mengevakuasi jenazah dengan helikopter, mengembalikannya ke Jamaran untuk dibungkus kembali, dan menunda pemakaman hingga keesokan harinya.
Media pemerintah Iran mengeklaim bahwa sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman tersebut. Puluhan orang terluka dalam insiden tersebut dan beberapa diyakini telah meninggal, tetapi tidak ada angka korban resmi yang pernah dirilis.
Khomeini awalnya dimakamkan di kuburan sederhana dekat pemakaman Behesht-e Zahra di Teheran, yang kemudian diubah menjadi kompleks mausoleum yang luas.
Tragedi Desak-desakan saat Pemakaman Soleimani
Lihat Juga :