Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Selasa, 23 Juni 2026 - 11:36 WIB
Petugas pertolongan pertama tidak dapat menyelamatkan dua anak, berusia 2 dan 4 tahun, yang ditemukan tidak sadarkan diri oleh ibu mereka di dalam mobil keluarga di luar rumah mereka, kata seorang jaksa di Carpentras, Prancis tenggara.
Tiga orang lanjut usia, berusia antara 80 dan 95 tahun, meninggal dunia selama akhir pekan di wilayah Bordeaux karena masalah kesehatan yang disebabkan oleh gelombang panas, kata pejabat pemerintah setempat Sophie Brocas kepada France TV pada Minggu malam.
“Berenanglah hanya di tempat yang diawasi,” kata juru bicara layanan Keamanan Sipil Prancis Jerome Boulanger setelah 13 orang dilaporkan tenggelam dari Minggu hingga Senin. Kematian akibat tenggelam meningkat sebesar 172 persen di Prancis tahun lalu selama gelombang panas ketika para perenang mencoba mendinginkan diri.
Gelombang panas yang melanda sebagian besar Eropa dikenal sebagai blok Omega karena bentuknya menyerupai huruf Yunani tersebut, dengan gumpalan udara panas di tengah dan udara yang lebih dingin di kedua sisinya, kata Clair Barnes, seorang peneliti di bidang cuaca dan iklim ekstrem di Imperial College London.
“Gelombang panas ini menarik udara hangat dari Afrika Utara, dari Sahara, dan itulah mengapa kita mengalami panas yang sangat intens. Gelombang panas ini bergerak sangat lambat dan artinya tidak ada angin, tidak ada embusan angin untuk meredakan panas,” katanya.
Barnes mengatakan gelombang panas dan badai semakin intensif akibat perubahan iklim, yang mendorong suhu lebih tinggi dan menyebabkan lebih banyak curah hujan.
Met Office, badan prakiraan cuaca nasional Inggris, mengatakan pada hari Senin bahwa gelombang panas selama empat hari di sana dapat mendorong suhu di atas 39 derajat Celcius di beberapa tempat, dengan mudah memecahkan rekor Juni 35,6 derajat Celcius yang ditetapkan pada tahun 1957 dan 1976. Hanya beberapa minggu yang lalu, Inggris telah memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Mei.
Tiga orang lanjut usia, berusia antara 80 dan 95 tahun, meninggal dunia selama akhir pekan di wilayah Bordeaux karena masalah kesehatan yang disebabkan oleh gelombang panas, kata pejabat pemerintah setempat Sophie Brocas kepada France TV pada Minggu malam.
“Berenanglah hanya di tempat yang diawasi,” kata juru bicara layanan Keamanan Sipil Prancis Jerome Boulanger setelah 13 orang dilaporkan tenggelam dari Minggu hingga Senin. Kematian akibat tenggelam meningkat sebesar 172 persen di Prancis tahun lalu selama gelombang panas ketika para perenang mencoba mendinginkan diri.
Gelombang panas yang melanda sebagian besar Eropa dikenal sebagai blok Omega karena bentuknya menyerupai huruf Yunani tersebut, dengan gumpalan udara panas di tengah dan udara yang lebih dingin di kedua sisinya, kata Clair Barnes, seorang peneliti di bidang cuaca dan iklim ekstrem di Imperial College London.
“Gelombang panas ini menarik udara hangat dari Afrika Utara, dari Sahara, dan itulah mengapa kita mengalami panas yang sangat intens. Gelombang panas ini bergerak sangat lambat dan artinya tidak ada angin, tidak ada embusan angin untuk meredakan panas,” katanya.
Barnes mengatakan gelombang panas dan badai semakin intensif akibat perubahan iklim, yang mendorong suhu lebih tinggi dan menyebabkan lebih banyak curah hujan.
Rekor Gelombang Panas di Inggris
Met Office, badan prakiraan cuaca nasional Inggris, mengatakan pada hari Senin bahwa gelombang panas selama empat hari di sana dapat mendorong suhu di atas 39 derajat Celcius di beberapa tempat, dengan mudah memecahkan rekor Juni 35,6 derajat Celcius yang ditetapkan pada tahun 1957 dan 1976. Hanya beberapa minggu yang lalu, Inggris telah memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Mei.
Lihat Juga :