Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:27 WIB
“Ketika saya berbicara tentang negosiasi dan diplomasi, yang saya maksud adalah diplomasi kekuatan,” kata Ghalibaf, menambahkan bahwa dia mendukung negosiasi yang merupakan “bentuk perjuangan” itu sendiri.

Kepala negosiator itu memposisikan dirinya sebagai skeptis utama terhadap lembaga politik Washington, mencatat bahwa dia secara langsung menyampaikan keraguannya yang mendalam kepada Wakil Presiden AS JD Vance.

Ghalibaf mengingat kembali saat memberi tahu pemimpin Amerika itu bahwa dia sama sekali tidak percaya padanya.

Menanggapi realitas geopolitik koridor pengiriman energi paling penting di dunia, Ghalibaf merujuk pada pernyataan publiknya sebelumnya mengenai jalur maritim vital tersebut, yakni Selat Hormuz.

“Selama perang, saya menulis di X bahwa Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelumnya, dan itu tetap benar hingga hari ini," paparnya.

Meskipun memprediksi pergeseran permanen dalam dinamika regional, Ghalibaf secara bersamaan menekankan bahwa Teheran tidak berniat untuk secara ilegal mengganggu jaringan pelayaran internasional.

“Namun, ini tidak berarti bahwa kami bermaksud untuk bertindak di Selat Hormuz yang bertentangan dengan hukum internasional atau peraturan maritim—tidak pernah. Kami akan bertindak dalam kerangka hukum internasional," paparnya, yang dilansir Israel National News, Kamis (18/6/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!