4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah

Selasa, 09 Juni 2026 - 08:45 WIB
Israel telah melanggar “semua garis merah” dengan terus menargetkan pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai Dahiyeh, kata markas besar IRGC Khatam al-Anbiya dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di pinggiran Beirut meluas, kami akan menyerang target di wilayah pendudukan,” katanya. kata Khatam al-Anbiya.

Ia menambahkan bahwa jika Israel “memperluas serangannya di wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, maka Israel akan menghadapi lebih banyak pukulan telak dan disayangkan.”

Serangan-serangan brutal dan destruktif akan dimulai terhadap rezim dan para pendukungnya.”

Gelombang serangan terbaru Israel di Dahiyeh menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 lainnya di lingkungan sipil yang padat penduduk pada Minggu sore.

Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa tentara menyerang pusat komando Hizbullah.

Negosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran “tidak hanya akan menghentikan jalur negosiasi”, tetapi juga akan “berkonfrontasi langsung dengan musuh” atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.500 orang di Lebanon sejak 2 Maret.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!