Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: ‘Saya Ingin China Tenang!’

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:18 WIB
Trump telah menunda perjalanan tersebut sekali karena perang di Iran, yang telah menolak permohonannya untuk perjanjian perdamaian dan membalas dengan mengendalikan Selat Hormuz yang penting, menyebabkan harga minyak global melonjak.

Trump mengatakan Xi Jinping telah meyakinkannya bahwa China tidak sedang mempersiapkan bantuan militer untuk Iran. Namun, Israel menuduh Beijing telah memberikan teknologi rudal penting kepada Teheran.

Kementerian Luar Negeri China kemarin mengeluarkan pernyataan tentang Iran yang mengatakan "jalur pelayaran harus dibuka kembali sesegera mungkin".

Trump juga mengakui bahwa dia tidak dapat membujuk Xi Jinping untuk membebaskan Jimmy Lai, taipan media pro-demokrasi Hong Kong yang dipenjara dan kasusnya didukung secara luas di Washington.

“Dia mengatakan kepada saya, Jimmy Lai adalah kasus yang sulit baginya untuk diurus,” kata Trump kepada wartawan.

Bonnie Glaser, direktur pelaksana program Indo-Pasifik German Marshall Fund, mencatat bahwa Trump telah terdengar setengah hati dalam komentar publiknya tentang Lai.

“Menurut saya, pihak China melihat bahwa ini bukanlah prioritas utama bagi AS,” katanya.

“Yang tampaknya paling diinginkan Trump adalah pembelian produk Amerika—itu tampaknya menjadi prioritas utamanya.”

Kedua pemimpin tersebut diperkirakan akan membahas perpanjangan perjanjian kerja sama.

Gencatan senjata tarif satu tahun yang menghentikan perang dagang sengit mereka pada tahun 2025, disepakati selama pertemuan terakhir mereka pada bulan Oktober.

Namun Trump mengatakan kepada wartawan dalam perjalanan pulang bahwa hal itu "tidak dibahas".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!