AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle

Jum'at, 01 Mei 2026 - 06:24 WIB
The New York Times melaporkan awal bulan ini bahwa perang tersebut telah secara signifikan mengurangi sebagian besar persediaan amunisi global militer AS dan bahwa Pentagon terpaksa memindahkan peralatan militer di Asia dan Eropa ke Timur Tengah.

Konflik tersebut telah mengurangi persenjataan ofensif dan defensif, termasuk rudal serang presisi dan rudal pencegat Patriot.

Pentagon mengatakan pada hari Rabu bahwa perang tersebut telah menelan biaya AS sebesar USD25 miliar sejauh ini. Rudal Dark Eagle berharga USD15 juta per unit, dan AS hanya memiliki delapan rudal tersebut.

Trump menolak pekan ini apa yang dia sebut sebagai kesepakatan "non-nuklir" yang ditawarkan Teheran sebagai jalan untuk mengakhiri perang tetapi menunda diskusi tentang program nuklirnya.

Namun, seiring perang memasuki bulan ketiga, beberapa diplomat dan analis mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Trump mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Teheran, terutama karena keengganannya untuk memberikan keringanan sanksi kepada Republik Islam tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!