2 Eks PM Israel Bersatu Melawan Netanyahu pada Pemilu Tahun Ini

Selasa, 28 April 2026 - 14:36 WIB
Aliansi tersebut termasuk partai Arab Ra'am, yang dipimpin Mansour Abbas, menandai pertama kalinya satu partai yang mewakili minoritas Palestina di Israel bergabung dalam koalisi pemerintahan. Netanyahu kembali berkuasa setelah memenangkan pemilihan November 2022.

Kemitraan baru ini akan berjalan sebagai daftar gabungan tanpa secara resmi menggabungkan partai-partai mereka, dan keduanya telah mengatakan mereka akan berupaya membentuk pemerintahan hanya dengan partai-partai oposisi Zionis, tidak termasuk faksi-faksi Arab.

Bennett juga mengatakan pemerintahannya akan memajukan undang-undang wajib militer universal, menghentikan pendanaan untuk penghindaran wajib militer, dan memperkenalkan batasan masa jabatan delapan tahun untuk seorang perdana menteri.

Jajak pendapat Maariv baru-baru ini menunjukkan partai Bennett imbang dengan Likud Netanyahu dengan 24 kursi Knesset, sementara Yesh Atid memperoleh sekitar enam hingga tujuh kursi.

Masa jabatan Netanyahu telah berada di bawah tekanan sejak Israel melancarkan kampanye militer di Gaza setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.

Lebih dari 72.000 orang telah tewas dan lebih dari 172.000 terluka dalam serangan udara dan serangan darat Israel, menurut otoritas kesehatan Palestina. Jajak pendapat menunjukkan Netanyahu mungkin akan kalah dalam pemilu berikutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!