Iran Rilis Video Konfrontasi dengan Kapal Perang AS: Berbalik atau Jadi Target!

Senin, 13 April 2026 - 12:13 WIB
Namun, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, yang kini memasuki minggu ketujuh.

Sementara Presiden AS Donald Trump dan Vance menyalahkan penolakan Iran untuk menyerahkan ambisi nuklirnya atas kegagalan pembicaraan, Teheran menyebut tuntutan Amerika "tidak masuk akal".

Beberapa jam setelah perundingan berakhir, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz.

Dalam unggahan panjang di platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengatakan tujuan akhirnya adalah membersihkan Selat Hormuz dari ranjau dan membukanya kembali untuk semua pelayaran, tetapi sementara itu, Iran tidak boleh dibiarkan mengambil keuntungan dari kendalinya atas jalur air tersebut.

"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua Kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz," tulis Trump.

"Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!" imbuh Trump, seperti dikutip AFP, Senin (13/4/2025).

Sebagai tanggapan atas pengumuman Trump, IRGC Iran memperingatkan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas lalu lintas di jalur air strategis tersebut dan akan menjebak musuh mana pun yang mencoba menantangnya "dalam pusaran maut".

Perang AS-Israel vs Iran



Perang pecah pada 28 Februari ketika pasukan AS dan Israel menyerang Iran, membunuh pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dan para pemimpin senior lainnya.

Sebagai balasan, Iran menyerang Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Israel dan AS kemudian terus menyerang situs-situs Iran hingga Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa malam lalu.

Ribuan orang telah tewas di seluruh Timur Tengah akibat perang tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!