Panglima Militer Prancis: Perang Terbuka dengan Rusia Jadi Prioritas Utama!

Jum'at, 10 April 2026 - 11:46 WIB
Jenderal Mandon, yang sebelumnya telah memperingatkan potensi bentrokan dalam tiga atau empat tahun dengan Moskow, menegaskan bahwa Prancis berada dalam “periode berbahaya” dan sangat membutuhkan lebih banyak investasi di bidang militer.

Pernyataan jenderal tertinggi Prancis tersebut muncul ketika pemerintah Presiden Emmanuel Macron mengumumkan revisi anggaran militer jangka panjang yang akan menghabiskan tambahan €36 miliar (USD42 miliar) untuk persenjataan, sehingga pengeluaran tahunan mencapai €76,3 miliar pada tahun 2030, atau 2,5% dari PDB.

Prancis berupaya meningkatkan persenjataan drone peledaknya sebesar 400%, jumlah bom berpemandu sebesar 240%, dan jumlah rudal jelajah Scalp sebesar 85% pada tahun 2030, menurut dokumen militer setebal 64 halaman yang dilihat oleh Politico, Kamis (9/4/2026).

"Ini dilakukan dengan tujuan mempersiapkan ‘ekonomi perang’,” lanjut isi dokumen tersebut.

Dorongan persenjataan kembali Prancis terjadi di tengah tren militerisasi Eropa yang lebih luas, karena Jerman juga sedang menjalani peningkatan kekuatan militer besar-besaran, di mana Berlin berencana untuk menghabiskan lebih dari €500 miliar untuk pertahanan pada tahun 2029 dan bertujuan untuk meningkatkan pasukan aktifnya dari 180.000 menjadi lebih dari 260.000 pada tahun 2035.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!