Trump Kesal Iran Pungut Biaya pada Kapal-kapal yang Lewat Selat Hormuz
Jum'at, 10 April 2026 - 07:17 WIB
Pemimpin AS itu melanjutkan rentetan unggahan media sosialnya dengan unggahan lain yang menuduh "Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!"
Hanya 10 kapal yang telah melewati Selat Hormuz sejak gencatan senjata perang Timur Tengah berlaku, menurut data pelacakan maritim yang dikonsultasikan pada hari Kamis.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei mengatakan dalam sebuah pesan pada hari Kamis bahwa pengelolaan Selat Hormuz pasti akan memasuki fase baru.
Pesan tersebut, yang dirilis oleh kantornya pada hari ke-40 sejak pembunuhan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menggambarkan kematian sang ayah sebagai pukulan berat dan bersejarah bagi bangsa Iran, dan salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah baru-baru ini.
Pesan itu menggambarkan fase saat ini sebagai kelanjutan dari jalan dan warisannya.
Mojtaba mengatakan Iran akan bergerak menuju fase strategis baru dengan Selat Hormuz. "Pengelolaan Selat Hormuz pasti akan memasuki fase baru," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Mojtaba menekankan bahwa Iran akan menuntut pertanggungjawaban hukum dan materiil atas kerusakan akibat agresi AS dan Israel.
“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos tanpa hukuman,” katanya.
Hanya 10 kapal yang telah melewati Selat Hormuz sejak gencatan senjata perang Timur Tengah berlaku, menurut data pelacakan maritim yang dikonsultasikan pada hari Kamis.
Mojtaba Khamenei soal Selat Hormuz
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei mengatakan dalam sebuah pesan pada hari Kamis bahwa pengelolaan Selat Hormuz pasti akan memasuki fase baru.
Pesan tersebut, yang dirilis oleh kantornya pada hari ke-40 sejak pembunuhan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menggambarkan kematian sang ayah sebagai pukulan berat dan bersejarah bagi bangsa Iran, dan salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah baru-baru ini.
Pesan itu menggambarkan fase saat ini sebagai kelanjutan dari jalan dan warisannya.
Mojtaba mengatakan Iran akan bergerak menuju fase strategis baru dengan Selat Hormuz. "Pengelolaan Selat Hormuz pasti akan memasuki fase baru," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Mojtaba menekankan bahwa Iran akan menuntut pertanggungjawaban hukum dan materiil atas kerusakan akibat agresi AS dan Israel.
“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos tanpa hukuman,” katanya.
Lihat Juga :