Reza Pahlavi Kecewa Perang Gabungan AS-Israel Gagal Tumbangkan Rezim Iran
Kamis, 09 April 2026 - 14:39 WIB
Namun, dia hanya mewakili salah satu dari beberapa kelompok diaspora Iran, yang seringkali berselisih sengit.
Pahlavi menanggapi Presiden AS Donald Trump, yang pekan lalu mengatakan bahwa perang tersebut telah mencapai "perubahan rezim" di Iran. "Amerika Serikat berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari siapa pun yang pernah berurusan sebelumnya," kata Trump saat itu.
"Perubahan rezim apa? Mereka orang yang sama—meskipun mungkin melemah," kata Pahlavi, setelah serangan Israel-AS pada hari pertama menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, orang nomor satu Iran sejak 1989.
"Kita masih memiliki orang yang sama yang memimpin parlemen. Orang-orang yang sama masih berada di lembaga peradilan. Putra Khamenei-lah yang menggantikannya. Bagi kami, ini bukan perubahan rezim," imbuh Pahlavi.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran setelah protes nasional memicu tindakan keras pemerintah yang menurut kelompok hak asasi manusia menewaskan ribuan orang.
Putra Shah yang digulingkan itu didukung oleh para pengunjuk rasa yang meneriakkan nama dinasti keluarga selama demonstrasi Januari melawan sistem ulama dan kemudian demonstrasi pro-monarki besar-besaran pada bulan Februari di Munich dan beberapa kota di Amerika Utara.
Pahlavi menanggapi Presiden AS Donald Trump, yang pekan lalu mengatakan bahwa perang tersebut telah mencapai "perubahan rezim" di Iran. "Amerika Serikat berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari siapa pun yang pernah berurusan sebelumnya," kata Trump saat itu.
"Perubahan rezim apa? Mereka orang yang sama—meskipun mungkin melemah," kata Pahlavi, setelah serangan Israel-AS pada hari pertama menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, orang nomor satu Iran sejak 1989.
"Kita masih memiliki orang yang sama yang memimpin parlemen. Orang-orang yang sama masih berada di lembaga peradilan. Putra Khamenei-lah yang menggantikannya. Bagi kami, ini bukan perubahan rezim," imbuh Pahlavi.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran setelah protes nasional memicu tindakan keras pemerintah yang menurut kelompok hak asasi manusia menewaskan ribuan orang.
Putra Shah yang digulingkan itu didukung oleh para pengunjuk rasa yang meneriakkan nama dinasti keluarga selama demonstrasi Januari melawan sistem ulama dan kemudian demonstrasi pro-monarki besar-besaran pada bulan Februari di Munich dan beberapa kota di Amerika Utara.
Lihat Juga :