5 Orang Tewas saat Operasi AS Selamatkan Pilot Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran
Minggu, 05 April 2026 - 20:30 WIB
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menghancurkan satu pesawat AS yang melacak awak jet tempur yang jatuh di Isfahan selatan, lapor kantor berita Tasnim.
Pernyataan itu mengatakan “pesawat musuh” tersebut menjadi sasaran pasukan Iran, meskipun tidak ada detail lebih lanjut yang segera diberikan.
Iran mengatakan telah menolak proposal AS untuk gencatan senjata 48 jam antara kedua belah pihak, kata Kantor Berita Fars pada hari Jumat, mengutip sumber resmi yang tidak disebutkan namanya.
Tidak jelas apakah Israel juga akan menjadi bagian dari perjanjian tersebut.
Sumber Fars mengatakan proposal AS diajukan pada hari Rabu melalui negara ketiga yang tidak disebutkan namanya.
Awal pekan ini, Trump mengatakan Iran adalah negara yang meminta gencatan senjata. Iran membantah klaim tersebut.
Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa upaya Pakistan menengahi gencatan senjata telah menemui jalan buntu setelah Teheran bersikeras tidak bersedia bertemu dengan pejabat AS di Islamabad, mengingat apa yang mereka sebut sebagai tuntutan Amerika yang tidak dapat diterima.
Sementara itu, Iran menginginkan penarikan AS dari semua pangkalan Timur Tengahnya, dan kompensasi atas kerusakan yang telah terjadi pada sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur penting lainnya.
Pernyataan itu mengatakan “pesawat musuh” tersebut menjadi sasaran pasukan Iran, meskipun tidak ada detail lebih lanjut yang segera diberikan.
Gencatan Senjata Ditolak
Iran mengatakan telah menolak proposal AS untuk gencatan senjata 48 jam antara kedua belah pihak, kata Kantor Berita Fars pada hari Jumat, mengutip sumber resmi yang tidak disebutkan namanya.
Tidak jelas apakah Israel juga akan menjadi bagian dari perjanjian tersebut.
Sumber Fars mengatakan proposal AS diajukan pada hari Rabu melalui negara ketiga yang tidak disebutkan namanya.
Awal pekan ini, Trump mengatakan Iran adalah negara yang meminta gencatan senjata. Iran membantah klaim tersebut.
Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa upaya Pakistan menengahi gencatan senjata telah menemui jalan buntu setelah Teheran bersikeras tidak bersedia bertemu dengan pejabat AS di Islamabad, mengingat apa yang mereka sebut sebagai tuntutan Amerika yang tidak dapat diterima.
Sementara itu, Iran menginginkan penarikan AS dari semua pangkalan Timur Tengahnya, dan kompensasi atas kerusakan yang telah terjadi pada sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur penting lainnya.
Lihat Juga :