Perang Iran Memanas, AS Kirim Lagi Kapal Perang ke Timur Tengah
Rabu, 18 Maret 2026 - 10:30 WIB
Kapal perang USS Sampson (DDG 102) milik Angkatan Laut AS. Foto/navsource
WASHINGTON - Satu kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), yang diyakini membawa ribuan Marinir dan pelaut, mendekati Selat Malaka dalam perjalanan menuju Timur Tengah. Data itu menurut data pelacakan maritim pada hari Selasa (17/3/2026).
Perkembangan ini terjadi di tengah perang AS-Israel yang sedang berlangsung melawan Iran dan serangan balasan Teheran, lapor Anadolu.
Para pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa kapal perang tersebut dikerahkan ke wilayah tersebut, tetapi tidak menyebutkan tujuan atau misi pastinya.
Eskalasi regional telah berkecamuk sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Sementara itu, Al Jazeera telah berbicara dengan Kush Desai, asisten khusus Presiden AS Donald Trump dan wakil sekretaris pers senior di Gedung Putih.
Perkembangan ini terjadi di tengah perang AS-Israel yang sedang berlangsung melawan Iran dan serangan balasan Teheran, lapor Anadolu.
Para pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa kapal perang tersebut dikerahkan ke wilayah tersebut, tetapi tidak menyebutkan tujuan atau misi pastinya.
Eskalasi regional telah berkecamuk sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Sementara itu, Al Jazeera telah berbicara dengan Kush Desai, asisten khusus Presiden AS Donald Trump dan wakil sekretaris pers senior di Gedung Putih.
Lihat Juga :