Iran Bertekad Jadi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Kalah Perang Secara Memalukan
Selasa, 17 Maret 2026 - 08:21 WIB
Ketika ditanya tentang kemungkinan kehadiran pasukan darat AS di tanah Iran, pesan Khatibzadeh untuk Presiden AS Donald Trump jelas: "Bacalah apa yang terjadi di Vietnam."
Tentara Amerika, katanya, dapat menghadapi nasib serupa di Iran. "Mereka memahami bahwa mereka yang menyeret mereka ke dalam perang ini juga dapat menyeret mereka ke dalam rawa," ujarnya, seperti dikutip dari Sky News, Selasa (17/3/2026).
Sekadar diketahui, AS secara luas dianggap kalah dalam Perang Vietnam dengan penarikan pasukannya pada 1973. Dalam perang tersebut, lebih dari 58.000 prajurit AS tewas, menjadikannya salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah militer Amerika
Sikap menantang diplomat Iran tersebut muncul setelah dua minggu konflik dahsyat yang telah menewaskan hampir 1.500 warga Iran dalam perang melawan AS dan Israel. Perang ini juga menyebabkan jutaan warga Iran mengungsi.
Perang ini juga telah merenggut hampir 1.000 nyawa warga non-Iran. Ini termasuk setidaknya 886 orang tewas di Lebanon, 30 di Irak, tujuh di Uni Emirat Arab, enam di Kuwait, belasan orang di Israel, empat di Suriah, dua di Oman, dua di Arab Saudi, dan dua di Bahrain.
Tentara Amerika, katanya, dapat menghadapi nasib serupa di Iran. "Mereka memahami bahwa mereka yang menyeret mereka ke dalam perang ini juga dapat menyeret mereka ke dalam rawa," ujarnya, seperti dikutip dari Sky News, Selasa (17/3/2026).
Sekadar diketahui, AS secara luas dianggap kalah dalam Perang Vietnam dengan penarikan pasukannya pada 1973. Dalam perang tersebut, lebih dari 58.000 prajurit AS tewas, menjadikannya salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah militer Amerika
Sikap menantang diplomat Iran tersebut muncul setelah dua minggu konflik dahsyat yang telah menewaskan hampir 1.500 warga Iran dalam perang melawan AS dan Israel. Perang ini juga menyebabkan jutaan warga Iran mengungsi.
Perang ini juga telah merenggut hampir 1.000 nyawa warga non-Iran. Ini termasuk setidaknya 886 orang tewas di Lebanon, 30 di Irak, tujuh di Uni Emirat Arab, enam di Kuwait, belasan orang di Israel, empat di Suriah, dua di Oman, dua di Arab Saudi, dan dua di Bahrain.
Lihat Juga :