Video Baru Netanyahu Ledek Klaim Dirinya Tewas Dirudal Iran: Saya Mati untuk Kopi
Senin, 16 Maret 2026 - 05:20 WIB
Salah satu klaim yang beredar di media sosial adalah bahwa rekaman dari konferensi pers menunjukkan Netanyahu memiliki enam jari di salah satu tangan.
Dalam video baru tersebut, sosok yang diklaim sebagai Netanyahu mengatakan bahwa warga Israel harus meninggalkan rumah mereka untuk menghirup udara segar, tetapi tetap berada di dekat tempat perlindungan. Dia juga berjanji bahwa pembatasan pemerintah terhadap aktivitas akan dicabut sebisa mungkin.
Kantor PM Israel sebelumnya juga membantah klaim bahwa Netanyahu telah tewas akibat serangan rudal Iran. "Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," kata kantor PM Israel menjawab pertanyaan yang diajukan Anadolu.
Ketika klaim kematian Netanyahu masih menjadi teka-teki, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melontarkan sumpah yeng menakutkan pada hari Minggu. Garda Revolusi bersumpah akan membunuh Netanyahu jika pemimpin dia masih hidup.
"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.
Klaim tentang kematian Netanyahu akibat seragan rudal Teheran pertama kali muncul dari media Iran, Tasnim News Agency. Klaim itu semakin menyebar liar ketika Netanyahu tak muncul secara fisik di depan publik sejak perang pecah 28 Februari.
Dalam video baru tersebut, sosok yang diklaim sebagai Netanyahu mengatakan bahwa warga Israel harus meninggalkan rumah mereka untuk menghirup udara segar, tetapi tetap berada di dekat tempat perlindungan. Dia juga berjanji bahwa pembatasan pemerintah terhadap aktivitas akan dicabut sebisa mungkin.
Kantor PM Israel sebelumnya juga membantah klaim bahwa Netanyahu telah tewas akibat serangan rudal Iran. "Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," kata kantor PM Israel menjawab pertanyaan yang diajukan Anadolu.
Ketika klaim kematian Netanyahu masih menjadi teka-teki, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melontarkan sumpah yeng menakutkan pada hari Minggu. Garda Revolusi bersumpah akan membunuh Netanyahu jika pemimpin dia masih hidup.
"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.
Klaim tentang kematian Netanyahu akibat seragan rudal Teheran pertama kali muncul dari media Iran, Tasnim News Agency. Klaim itu semakin menyebar liar ketika Netanyahu tak muncul secara fisik di depan publik sejak perang pecah 28 Februari.
Lihat Juga :